PARLEMENTARIA.ID –Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja, yaitu PT Bank Kalteng, dalam rangka membahas proyeksi program dan kegiatan bank tersebut untuk tahun 2026. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Komisi I DPRD Kalteng, beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin, menyatakan bahwa RDP ini merupakan bagian dari tanggung jawab pengawasan lembaga, terutama karena telah memasuki awal tahun anggaran 2026.
Oleh karena itu, DPRD perlu memahami secara rinci arah dan perencanaan kebijakan Bank Kalteng di masa depan dalam menghadapi perubahan dan tantangan ekonomi yang terjadi saat ini.
“Karena kita sudah memasuki tahun anggaran 2026, tentu kami berharap melihat proyeksi program dan kegiatan PT Bank Kalteng dalam menghadapi berbagai situasi pada tahun 2026,” kata Muhajirin dilansir dari Kalteng Pos.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Bank Kalteng telah menyampaikan berbagai rencana strategis yang akan dilaksanakan, mulai dari penguatan modal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga pengembangan layanan berbasis digital.
“Dalam rapat sebelumnya, Bank Kalteng memberikan paparan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan ke depan, baik yang berkaitan dengan modal, sumber daya manusia, maupun digitalisasi,” katanya.
Dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, Muhajirin juga menyoroti peran penting inovasi dalam layanan perbankan, khususnya kemudahan transaksi bagi masyarakat melalui sistem digital seperti e-money dan QRIS. Ia menganggap tindakan ini sangat diperlukan agar Bank Kalteng dapat bersaing dan tidak kalah dari bank daerah lain.
Komisi I DPRD Kalimantan Tengah sering mengadakan kunjungan kerja ke berbagai bank daerah di luar provinsi untuk menjadi bahan perbandingan dan referensi.
“Tidak hanya itu, sesekali kami juga mengunjungi bank-bank pemerintah di wilayah lain, misalnya di Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan sampai ke Banten. Dari sana kami memperoleh banyak masukan. Artinya, Bank Kalteng sebaiknya tidak kalah bersaing dengan daerah-daerah yang lebih maju,” ujarnya.***












