
JAWA TIMUR – Infrastruktur jalan memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Di Jawa Timur, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar, menekankan perlunya percepatan perbaikan infrastruktur jalan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah desa.
“Pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan jalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Jalan yang bagus bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Abdullah Abu Bakar menilai bahwa perbaikan jalan selama ini kerap dilakukan secara parsial oleh masing-masing pemerintah daerah sehingga dampaknya tidak maksimal bagi mobilitas masyarakat. Ia menilai momentum percepatan perbaikan jalan sangat tepat karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur telah dapat digunakan untuk memperbaiki jalur-jalur strategis yang menjadi penghubung antarwilayah.
Kondisi Jalan di Jawa Timur
Berdasarkan data yang dimilikinya, panjang jalan provinsi di Jawa Timur mencapai sekitar 1.400 kilometer yang menjadi tulang punggung konektivitas antar kabupaten/kota. Sementara jaringan jalan kabupaten/kota mencapai puluhan ribu kilometer dan menjadi akses utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun demikian, di sejumlah titik masih ditemukan kondisi jalan rusak yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang mudik Lebaran.
Tantangan dalam Pengelolaan Infrastruktur Jalan
Menurut Abdullah Abu Bakar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu mengambil peran sebagai penggerak dalam mengoordinasikan pembangunan infrastruktur jalan agar dilakukan secara terencana dan serentak di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Jika perbaikan jalan dilakukan secara serentak oleh provinsi, kabupaten/kota hingga desa. Dampaknya akan sangat besar bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ia menilai bahwa perbaikan jalan yang dilakukan secara terpadu akan memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Hal ini juga akan membantu mengurangi beban masyarakat dalam menghadapi tantangan transportasi, terutama pada masa liburan atau perayaan besar.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Kualitas Jalan
Untuk mencapai tujuan tersebut, Abdullah Abu Bakar menyarankan adanya koordinasi yang lebih baik antara pihak-pihak terkait. Pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam melakukan evaluasi kondisi jalan dan merencanakan perbaikan secara sistematis.
Selain itu, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan dan keamanan jalan. Dengan adanya kesadaran bersama, kondisi jalan dapat terjaga dengan baik dan menjadi sarana yang efektif dalam mendukung kehidupan masyarakat.
Rekomendasi untuk Masa Depan
Dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, Abdullah Abu Bakar merekomendasikan beberapa langkah seperti:
- Penyusunan rencana jangka panjang untuk perbaikan jalan.
- Peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan infrastruktur.
- Penguatan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
- Pemanfaatan teknologi dalam pemantauan kondisi jalan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Jawa Timur dapat memiliki infrastruktur jalan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.***












