PARLEMENTARIA.ID – Pemprov Jawa Timur diingatkan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Hal ini menjadi fokus utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, khususnya Komisi B, yang menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat.
Kondisi Inflasi Pangan Saat Ini
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Edi Paripurna, mengungkapkan bahwa inflasi pangan di wilayah tersebut saat ini relatif terkendali. Namun, ia menilai kondisi ini perlu dipertahankan seiring meningkatnya permintaan akan bahan pokok menjelang momen keagamaan besar tahun ini.
“Kondisi inflasi pangan yang stabil selama akhir tahun harus dipertahankan, bahkan diperkuat dalam beberapa pekan mendatang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa stabilitas harga tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pada pelaku usaha di sektor pangan.
Data Inflasi dan Harga Bahan Pokok
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan bahwa inflasi tahunan mencapai 2,93 persen secara year-on-year pada Desember 2025. Sementara itu, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,76 persen. Di tingkat kabupaten, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep dengan angka sekitar 3,75 persen.
Menurut data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), beberapa komoditas pangan seperti gula pasir, minyak goreng, daging sapi, dan bawang merah mengalami kenaikan harga. Misalnya, harga gula pasir tercatat sekitar Rp16.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng di beberapa daerah melampaui harga eceran tertinggi (HET) dengan kisaran Rp17.000 hingga Rp19.000 per liter.
Upaya Mencegah Lonjakan Harga
Edi Paripurna menyarankan adanya koordinasi lintas sektor, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Penguatan pengawasan distribusi bahan pokok
- Pemerataan pasokan di seluruh wilayah Jawa Timur
- Penyesuaian kebijakan berdasarkan data inflasi dari BPS dan pemantauan harga melalui Siskaperbapo
Ia menekankan pentingnya sinergi dengan dinas terkait dan para pemangku kepentingan pasar untuk meminimalkan disparitas harga antar wilayah. Menurutnya, langkah-langkah ini sangat penting untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dari dampak kenaikan harga yang tidak terkendali.
Pentingnya Stabilitas Harga bagi Ekonomi
Stabilitas harga pangan bukan hanya tentang kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berdampak pada kepastian usaha pelaku sektor pangan. Dengan harga yang stabil, pelaku usaha dapat merencanakan produksi dan distribusi secara lebih efektif, sehingga memperkuat ketahanan ekonomi daerah.***










