PARLEMENTARIA.ID – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banggai, Herdiyanto Djiada, menyampaikan perhatian terhadap krisis air bersih yang terjadi di tiga kecamatan. Menurutnya, wilayah Luwuk dan sekitarnya memiliki cadangan air yang cukup besar, mencapai miliaran kubik. Namun, kondisi ini tidak berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat kerja Komisi III dengan Perumda Air Minum dan Dinas PUPR di Kantor DPRD Banggai, Jl KH Samanhudi, Kecamatan Luwuk, Sulawesi Tengah, pada Kamis (5/2/2026) siang. Herdiyanto menyoroti bahwa PDAM sudah melakukan penanganan darurat terkait keluhan masyarakat akan krisis air bersih.
Namun, ia mempertanyakan sampai kapan penanganan darurat akan dilakukan. “Tak adakah kebijakan yang secara tuntas dilakukan?” tanya Herdiyanto Djiada.
Politikus dari Kecamatan Pagimana ini menilai bahwa Pemkab harus lebih memprioritaskan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Ia menegaskan bahwa daripada membangun kolam renang, pemerintah daerah sebaiknya fokus pada pengembangan sarana prasarana air bersih hingga miliaran rupiah agar masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas.
Herdiyanto juga memastikan bahwa wakil rakyat selalu menyetujui alokasi anggaran untuk penanganan masalah air bersih. Menurutnya, sumber air di wilayah ini tersedia dalam jumlah yang cukup besar. Hanya saja, tata kelola pengelolaannya belum baik.
Banyak fasilitas pengairan yang rusak dan tidak teridentifikasi oleh petugas. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama krisis air bersih yang terjadi.
Menurut Herdiyanto, jalur pipa perlu dibuat agar setiap sumber air dapat menyuplai wilayah tertentu secara efisien. Hal ini penting agar debit air bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Selain itu, permasalahan ini bisa lebih mudah diidentifikasi jika pembagian distribusi dari sumber air sudah diatur berdasarkan wilayah tertentu.
Ia menyarankan agar semua pihak duduk bersama, termasuk PUPR yang membangun infrastruktur dengan kewenangannya dan PDAM sebagai pengelola air bersih. Kolaborasi ini sangat penting untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi.
Hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Banggai serta Universitas Gajah Mada tahun 2024 menyebutkan bahwa potensi air di daerah ini mencapai 1.470 liter per detik. Di Kawasan Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, terdapat potensi air tanah hingga tiga miliar kubik per tahun. Ini menunjukkan bahwa potensi air di wilayah ini sangat besar, tetapi masih perlu dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal.












