Dapur MBG, Berdampak Positif pada Ekonomi dan Kesejahteraan Warga Bener Meriah

DAERAH24 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali beroperasi di Bener Meriah, Aceh, memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat setempat. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi pengungsi tetapi juga menjadi solusi bagi petani dan pedagang yang sebelumnya kesulitan dalam menjual hasil pertanian.

Dampak Ekonomi yang Terbuka

Kehadiran MBG di Bener Meriah memberikan peluang baru bagi para petani untuk menjual hasil panen mereka. Sebelumnya, banyak petani mengalami kesulitan karena pasar yang sempat tertutup akibat bencana alam. Namun, dengan beroperasinya dapur MBG, permintaan akan bahan pangan meningkat drastis.

Salah satu pedagang pasar di Lampahan, Tika, menyampaikan bahwa keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah membantu menyerap komoditas pertanian secara besar-besaran. “Begitu SPPG-nya jalan, bahan baku yang diserap banyak sekali. Pisang sampai ratusan sisir bisa habis dalam satu hari,” ujarnya.

Tika juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat beberapa SPPG yang beroperasi di sekitar Pasar Lampahan, seperti SPPG Blang Panas, SPPG Reronga, SPPG Mekar Ayu, dan SPPG Polri. Keberadaan dapur-dapur tersebut dinilai sangat membantu menggerakkan ekonomi lokal.

Penyediaan Makanan Bergizi untuk Pengungsi

Selain berdampak positif pada sektor ekonomi, MBG juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di posko pengungsian. Menu makanan yang disajikan oleh SPPG Rakan Sebet mencakup lauk pauk, sayuran, hingga buah-buahan yang tersedia setiap hari. Hal ini sangat penting bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan pasokan pangan.

“Yang tadinya masyarakat cuma cari ikan asin saja, ikan asin pun hampir 20 ribu per gram. Jadi begitu dapat daging Alhamdulillah kan,” tambah Tika.

Perputaran Ekonomi yang Kembali Berjalan

Perputaran roda ekonomi di Bener Meriah kembali bergerak setelah beroperasinya MBG. Para petani yang sebelumnya kesulitan memasarkan hasil panen kini kembali mendapat kepastian pembeli. Sementara itu, pedagang pasar merasa senang karena bisa memasok bahan baku ke SPPG.

“Jadinya semua senang. Pedagang senang, petani senang, perputaran ekonomi juga jalan,” tegas Tika.

Harapan untuk Masa Depan

Tika berharap seluruh SPPG di Kabupaten Bener Meriah dapat terus beroperasi dan memprioritaskan penyerapan hasil pertanian lokal. Ia berharap agar produk-produk pertanian seperti cabai dan sayur yang sulit dikirim keluar daerah bisa diserap di sini dan dimanfaatkan untuk MBG.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat terdampak bencana.

“Terima kasih banyak Bapak Presiden atas program MBG dan dukungannya untuk masyarakat kami di sini,” pungkas Tika. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *