PARLEMENTARIA.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur dan lingkungan. Angin kencang dan hujan deras yang terjadi pada malam hari Rabu (4/3/2026) mengakibatkan sebanyak 17 rumah serta Kantor KUA rusak. Selain itu, 25 pohon besar tumbang akibat cuaca buruk tersebut.
Kerusakan Fisik dan Korban
Dari data yang diperoleh, beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan mengalami dampak cuaca ekstrem. Di antaranya adalah Kecamatan Winongan, Grati, Bangil, Rejoso, Gondangwetan, Sukorejo, Kraton, Lekok, Lumbang, Purwodadi, Pandaan, Puspo, Pasrepan, Purwosari, dan Nguling.
Sugeng Hariyadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi. “Hingga pagi ini, petugas kami masih menuntaskan assessment di sejumlah tempat. Angin kencang kemarin malam melanda hampir di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujar Sugeng.
Di Kecamatan Lekok, sebuah rumah rusak berat dan Kantor KUA rusak ringan. Sementara itu, di Kecamatan Puspo dan Pasrepan masing-masing satu rumah rusak sedang. Di Kecamatan Winongan, dua rumah rusak berat, dan di Gondangwetan dua rumah rusak sedang. Di Purwosari, satu rumah rusak sedang. Di Purwodadi, enam rumah rusak sedang, sementara di Lumbang dan Rejoso masing-masing satu rumah rusak sedang.
Tindakan Darurat dan Bantuan Logistik
BPBD Kabupaten Pasuruan telah memberikan bantuan logistik darurat kepada warga yang terdampak. “Sedangkan tindakan lebih lanjut masih dalam koordinasi dengan Dinas Perkim,” tambah Sugeng.
Selain kerusakan rumah, angin kencang juga menyebabkan 25 pohon besar tumbang. Kecamatan Pandaan menjadi wilayah yang paling parah, karena pohon yang tumbang menimpa pengendara motor. Korban atas nama Zulfatul Rohma Mahfiro, seorang warga Prigen, mengalami luka di kepala dan patah tulang. Ia saat itu sedang hamil.
“Korban sudah dirawat di Rumah Sakit Prima Husada. Infonya yang bersangkutan sedang hamil,” kata Sugeng.
Peringatan BPBD dan Prediksi BMKG
BPBD Kabupaten Pasuruan memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak, terutama menjelang peralihan musim. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, cuaca ekstrem diprediksi akan melanda wilayah Jawa Timur hingga Selasa, 10 Maret 2026.
“Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Seperti kejadian kemarin, siangnya tiba-tiba hujan deras plus angin kencang. Untuk itu, tetap hati-hati dan jaga kesehatan,” pesan Sugeng.
Upaya Mitigasi dan Pengamanan
BPBD Kabupaten Pasuruan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan mitigasi dan pencegahan bencana. Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko bencana yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrem. Selain itu, pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga akan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan memastikan semua prosedur keselamatan diterapkan dengan baik. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.***











