
PARLEMENTARIA.ID – Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu (4/3/2026) menyebabkan dampak signifikan terhadap masyarakat setempat. Hujan deras disertai angin kencang mengguncang wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB. Kejadian ini menimbulkan kerusakan yang cukup besar, termasuk 22 pohon tumbang dan 5 rumah rusak.
Dampak Cuaca Ekstrem
Menurut informasi dari Kalaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, kejadian cuaca ekstrem ini memicu berbagai gangguan. Salah satu titik yang terdampak adalah Jalan Pantura Klatakan, Kecamatan Kendit, di mana kemacetan terjadi akibat pohon yang roboh. Ia menjelaskan bahwa tim BPBD langsung melakukan pemotongan pohon untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas.
“Kondisi cuaca ekstrem membuat beberapa pohon tumbang dan sudah kami lakukan pemotongan pohon segera, laporan masuk di grup WhatsApp,” ujar Timbul, Kamis (5/3/2026).
Selain itu, ada lima rumah yang rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah yang terbawa angin.
Lokasi Pohon Tumbang
Berikut daftar lokasi yang terdampak oleh pohon tumbang:
- Jalan Pantura Klatakan: 7 titik
- Jalan Desa Dusun Semekan: 3 titik
- Jalan SMKN 1 Kendit: 3 titik
- Jalan Dusun Belimbing: 3 titik
- Jalan Raya Situbondo Kotakan
- Pohon di Parkiran RS Elisabeth, Kecamatan Panarukan
- Jalan Cempaka: 2
- Desa Sumberkolak: 1 titik
- Jalan Kabupaten Dusun Bataan
- Desa Kilensari: 2 titik
- Kecamatan Arjasa
- Jalan Ketowan Desa Ketowan: 1 titik
“Sempat ada kemacetan dan langsung dilakukan pemotongan pohon,” tambah Timbul.
Kerusakan pada Bangunan
BPBD Situbondo mencatat adanya lima rumah yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Kendit, Desa Kendit. Berikut rincian kerusakan:
- Rumah Hawania Fajrian Andini (25) mengalami kerusakan ringan pada bagian atap
- Rumah Marsuno (60) mengalami kerusakan berat
- Toko milik Fathor Rasyid (51) mengalami kerusakan ringan pada bagian atap
- Rumah dan mushala milik Bapak Hj. Lailatul Qomariy mengalami kerusakan ringan
- Rumah Mochammad Muhlis mengalami kerusakan ringan
Respons dan Tindakan Darurat
Tim BPBD Situbondo segera merespons kejadian ini dengan melakukan penanganan darurat. Pemotongan pohon dilakukan secara cepat untuk menghindari kemacetan dan risiko lebih lanjut. Selain itu, petugas juga memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak cuaca ekstrem.
Penanganan Cuaca Ekstrem di Wilayah Lain
Kejadian serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Pasuruan, di mana 17 rumah rusak dan 25 pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Di wilayah Sumenep, ledakan misterius menghancurkan sebuah rumah, sementara di Surabaya, penumpang feri jatuh ke laut dan ditemukan tewas setelah 3 hari pencarian.
Reaksi Masyarakat
Masyarakat setempat menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi cuaca yang tidak menentu. Beberapa warga mengeluhkan kesulitan dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem. Selain itu, isu kekurangan elpiji 3 kg juga menjadi perhatian warga, yang memicu kekhawatiran akan ketersediaan bahan bakar minyak.
Upaya Mitigasi Bencana
Dalam upaya mitigasi bencana, pemerintah daerah dan lembaga terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan. Pelibatan alat berat dan koordinasi antarinstansi menjadi langkah penting dalam menghadapi cuaca ekstrem. Selain itu, sosialisasi tentang persiapan bencana juga dilakukan agar masyarakat lebih waspada dan siap menghadapi situasi darurat.***








