PARLEMENTARIA.ID – Sebuah momen penting akan segera berlangsung di kota Surabaya, Jawa Timur. Rencananya, DPRD Surabaya akan menggelar prosesi penghormatan terakhir kepada almarhum Adi Sutarwijono, yang merupakan Ketua DPRD periode 2024–2029. Prosesi ini akan menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi beliau selama menjabat sebagai pimpinan lembaga legislatif.
Jadwal Lengkap Prosesi Penghormatan
Prosesi penghormatan terakhir akan dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026. Berikut adalah rangkaian acara yang telah ditetapkan:
- Rabu, 11 Februari 2026 (18.30 WIB): Misa Requiem Grand Heaven
- Kamis, 12 Februari 2026 (11.00 WIB): Misa Kebangkitan & Tutup Peti di Grand Heaven
- Kamis, 12 Februari 2026 (14.00 WIB): Penghormatan Terakhir di Gedung DPRD Surabaya
Jenazah akan dibawa ke gedung DPRD Surabaya untuk diberikan penghormatan akhir oleh para anggota dewan serta rekan-rekannya. Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar, Arif Fathoni, menyampaikan bahwa prosesi ini akan menjadi momen yang sangat berharga bagi semua pihak yang pernah bekerja sama dengan almarhum.
Keberadaan Seorang Pemimpin yang Bersahaja
Menurut Arif Fathoni, Adi Sutarwijono bukan hanya seorang pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan, tetapi juga sosok yang bersahaja dan mampu menciptakan suasana kerja yang sejuk di lingkungan dewan. Ia menggambarkan almarhum sebagai pribadi yang tenang dan memiliki gaya kepemimpinan yang mampu merajut harmoni dalam segala keberagaman politik.
“Mas Adi ini pribadi yang bersahaja, pembawaannya tenang, dan visi berpikirnya jauh ke depan,” ujar Fathoni. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Adi, DPRD Surabaya menjadi ruang pengabdian yang minim konflik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat.
Pengalaman dan Kontribusi yang Tak Terlupakan
Adi Sutarwijono juga dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman luas. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya dua periode, yaitu 2019–2024 dan 2024–2029. Selama masa jabatannya, ia berhasil membangun hubungan yang baik antara anggota dewan dan masyarakat, serta menjaga stabilitas dalam berbagai isu politik.
Fathoni juga mengungkapkan bahwa almarhum sering menjadi partner diskusi yang mumpuni. Sebagai sesama mantan jurnalis, Adi memiliki wawasan luas dan gemar membaca, sehingga kerap menjadi mitra dalam membahas berbagai isu faktual maupun kontekstual.
Penutupan Peti dan Prosesi Akhir
Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Bahtiyar Rifai, juga menyampaikan rasa duka atas kepergian almarhum. Ia menegaskan bahwa prosesi penghormatan akan dilakukan setelah jenazah disemayamkan di Grand Heaven. “Kami bersama rekan-rekan di DPRD akan memberikan penghormatan kepada almarhum,” katanya.
Bahtiyar Rifai mengingatkan bahwa almarhum pernah berpamitan untuk menjalani pengobatan beberapa waktu lalu. Ia menitipkan kantor kepada tiga pimpinan dewan lainnya agar aktivitas DPRD tidak terganggu. “Aktivitas DPRD harus tetap berjalan seperti biasa,” kenangnya.
Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam bagi seluruh anggota DPRD Surabaya dan masyarakat. Prosesi penghormatan terakhir yang akan digelar di gedung DPRD Surabaya menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dengan penuh rahmat dan kasih sayang. ***











