Banjir di Jember: Ratusan Rumah Terendam, Warga Diimbau Waspada

DAERAH15 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Banjir yang terjadi di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah menggenangi ratusan rumah warga. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama empat jam, sehingga menyebabkan debit air di Kali Clutak meningkat drastis dan meluap. Akibatnya, tanggul yang berada di sabuk gunung jebol, memicu banjir yang merendam pemukiman warga.

Menurut informasi yang diperoleh, ketinggian air mencapai 40 cm hingga satu meter di beberapa titik, terutama di RT 02 dan RT 03, Dusun Kepel, Desa Ampel. Sebanyak 76 unit rumah terdampak banjir, dengan sebagian besar memiliki fondasi yang cukup tinggi, sehingga kondisi secara keseluruhan masih terkendali.

Penanganan Darurat oleh BPBD Jember

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember langsung melakukan penanganan darurat setelah adanya laporan tentang banjir. Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah meninjau lokasi banjir untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses evakuasi serta distribusi bantuan.

“Kami sudah mendistribusikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem bisa memicu bencana lain seperti tanah longsor atau angin kencang,” ujar Edy Budi Susilo.

Selain itu, BPBD Jember juga merekomendasikan kepada pihak Perhutani untuk segera melakukan perbaikan pada tanggul yang jebol di sabuk gunung. Sementara itu, pihak desa diminta untuk terus memantau perkembangan banjir dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Dampak Banjir terhadap Masyarakat

Berdasarkan data terbaru, sekitar 1.271 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di wilayah Jember. Beberapa warga bahkan harus mengungsi sementara waktu karena kondisi rumah mereka terlalu parah untuk ditinggali. Meski begitu, situasi secara keseluruhan dinilai aman dan terkendali.

“Sebagian besar rumah warga memiliki fondasi yang tinggi, sehingga tidak semua wilayah tergenang secara total,” tambah Edy.

Upaya Pencegahan dan Edukasi

Untuk mencegah terulangnya bencana serupa, BPBD Jember juga aktif dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah program pengenalan risiko bencana bagi pelajar SD di wilayah Jember. Program ini bertujuan untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi bencana alam.

Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk melalui sosialisasi dan simulasi tanggap darurat. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih sadar akan ancaman bencana dan dapat bertindak cepat jika terjadi kejadian serupa.

Peringatan Cuaca Ekstrem

Edy Budi Susilo juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. “Cuaca ekstrem bisa memicu berbagai bencana, mulai dari banjir hingga tanah longsor. Oleh karena itu, kami mengimbau warga untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan mengambil langkah pencegahan,” katanya.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, BPBD Jember berharap dapat mengurangi risiko bencana dan memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi alam yang tidak menentu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *