PARLEMENTARIA.ID – Permintaan tinggi terhadap tiket kapal untuk keberangkatan H-3 Lebaran 2026 telah membuat semua kursi tersisa habis terjual. Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali ke kampung halaman saat libur lebaran. PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Tarakan mengakui bahwa kebijakan pembelian tiket secara online telah menjadi pilihan utama, namun tetap saja antusiasme tidak bisa dihindari.
Kondisi Tiket yang Sudah Tidak Tersedia
Kepala PELNI Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, menyampaikan bahwa penjualan tiket untuk keberangkatan pada tanggal 16 Maret 2026 sudah habis terjual. Hal ini terjadi karena permintaan yang meningkat tajam menjelang masa arus mudik. “Untuk keberangkatan 16 Maret sementara tiket sudah habis dan kami masih menunggu kemungkinan tambahan dari pelabuhan singgah,” jelasnya.
Proses Tambahan Kuota dan Akses Online
Meski saat ini tiket untuk tanggal tersebut tidak tersedia, PELNI berharap adanya tambahan kuota dari pelabuhan singgah yang masih membuka penjualan. Jika ada tambahan, sistem daring PELNI akan otomatis memperbarui informasi tersebut. Calon penumpang dapat memantau melalui aplikasi Pelni Mobile atau kanal resmi perusahaan tanpa perlu antri di loket. “Kalau ada tambahan, otomatis akan muncul di sistem online,” ujarnya.
Rekomendasi untuk Penumpang yang Belum Mendapatkan Tiket
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk keberangkatan 16 Maret, PELNI menyarankan untuk menyesuaikan jadwal. Alternatif perjalanan sebelum atau sesudah tanggal tersebut dapat dipilih sesuai dengan jadwal kapal yang akan dirilis. “Penumpang bisa menyesuaikan keberangkatan sebelum atau sesudah 16 Maret sesuai jadwal kapal,” jelas Ferdy.
Armada yang Digunakan untuk Operasional
Dalam hal operasional armada, PELNI masih menggunakan kapal-kapal yang sama seperti tahun lalu. Terdapat dua kapal penumpang tipe 2.000 pax, satu kapal perintis tipe 400 pax, dan satu kapal rede tipe 80 pax. Kapasitas ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan layanan di wilayah tersebut. “Armada yang beroperasi tetap sama seperti tahun lalu,” paparnya.
Tips untuk Mencegah Percaloan
PELNI juga mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile maupun kanal resmi perusahaan. Langkah ini penting untuk menghindari kehabisan tiket serta mencegah kerugian akibat praktik percaloan. “Hindari membeli melalui calo dan pastikan hanya melalui kanal resmi,” pungkas Ferdy.
Penggunaan Sistem Digital dalam Pembelian Tiket
Pembelian tiket secara digital menjadi solusi yang efektif dalam mengurangi antrian dan memastikan akses yang lebih cepat bagi masyarakat. Dengan penggunaan aplikasi dan platform online, masyarakat dapat memperoleh informasi terkini tentang jadwal dan ketersediaan tiket tanpa harus datang langsung ke loket. Hal ini juga memberikan rasa aman dan transparansi dalam proses pembelian tiket.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberangkatan H-3 Lebaran 2026 menunjukkan pentingnya persiapan dini dalam merencanakan perjalanan. Dengan adanya sistem digital dan peningkatan kapasitas armada, PELNI berkomitmen untuk memberikan layanan yang optimal kepada para penumpang. Namun, masyarakat tetap diminta untuk mematuhi aturan dan memilih metode pembelian tiket yang resmi.***











