PARLEMENTARIA.ID – Warga dan tetangga di sekitar tempat tinggal Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, akan menyambut jenazahnya di Grand Heaven Surabaya. Mereka akan memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman di TPU Keputih yang rencananya akan dilakukan pada Kamis (12/2/2026) besok sore.
Ibu-ibu PKK dan jamaah pengajian di Wisma Penjaringan Sari, Rungkut, juga akan turut serta dalam acara penyambutan jenazah. Mereka menunjukkan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal sebagai sosok yang lembut, peduli, dan tidak membeda-bedakan warga.
Penghormatan Terakhir dari Warga Setempat
Ibu Bashori, Ibu Ketua RT di Wisma Penjaringan Sari, mengatakan bahwa seluruh ibu-ibu PKK dan jamaah pengajian akan hadir untuk menyambut jenazah Pak Adi. “Semua sudah berkomitmen untuk ikut,” ujarnya kepada surya.co.id, Rabu (11/2/2026).
Seluruh tetangga mengenal Adi Sutarwijono sebagai sosok yang ramah dan selalu siap membantu. Meski tidak banyak berbicara, ia dikenal ringan tangan dan sangat peduli terhadap lingkungan sekitar. Ibu Bashori masih ingat betul saat almarhum sering hadir dalam berbagai acara warga. “Tidak pernah membeda-bedakan warga dari kelas apa pun. Warga di sini sangat kehilangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Ully, tetangga yang tinggal tepat di sebelah rumah Adi, juga akan ikut menyambut jenazah. Ia menyebutkan bahwa dua anak Adi memiliki sifat yang mirip dengan ayahnya. “Anak-anaknya baik seperti bapaknya. Tidak sombong meskipun mereka adalah anak pejabat,” katanya.
Kehidupan di Rumah Dinas
Selama ini, Adi Sutarwijono tinggal di rumah dinas bersama istri dan dua anaknya. Rumah di Wisma Penjaringan Sari Blok U-24 tidak ditempati lama. Sebuah bendera partai yang melambangkan karier politiknya masih terpasang kuat di depan rumah. Adi pernah menjadi ketua DPC PDIP Surabaya dan Ketua DPRD Surabaya selama dua periode. Meski warnanya sudah agak memudar, bendera tersebut masih menjadi simbol masa lalunya.
Rumah dengan pagar merah itu memang lama tidak ditempati. Sekitar lima tahunan. Namun, ada warga yang rutin menjaga dan membersihkan tempat tinggal ketua DPRD Surabaya itu. Meski selama ini tinggal di rumah dinas Ketua DPRD Surabaya di Jl Porong Surabaya, Adi masih kerap bertemu warga dalam sejumlah acara warga.
Kondisi Kesehatan dan Proses Pemakaman
Adi meninggal karena kanker hati. Selama sebulan terakhir, kondisinya melemah hingga akhirnya dirawat di RS Siloam di Jakarta. Ia dinyatakan meninggal pada Rabu (10/2/2026) malam pukul 20.36.
Jenazah almarhum akan diterbangkan ke Surabaya pada Rabu (11/2/2026) siang ini pukul 14.00. Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa almarhum dengan nama lengkap Dominikus Adi Sutarwijono akan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya lantai I ruangan 105.
Setelah disemayamkan, rencananya pada pukul 18.30 sore nanti akan digelar misa reqiem di Grand Heaven. Baru besoknya, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 11.00 akan digelar misa kebangkitan. Kemudian dilanjutkan ibadah tutup peti. Dijadwalkan pada Kamis sore pukul 16.00 akan dilakukan prosesi penghormatan terakhir di kantor DPRD Surabaya.
Setelahnya, jenazah Ketua DPRD Surabaya (periode 2019-2024, 2024-2029) itu akan diantarkan menuju peristirahatan terakhir di TPU Keputih Surabaya.***






