GameStop, yang dulu terkenal sebagai toko permainan video, kini sedang menghadapi tantangan besar dalam upayanya untuk menjadi perusahaan yang lebih luas dan berkelanjutan. Pemimpinnya, Ryan Cohen, mendapat insentif yang sangat besar jika dapat membawa perusahaan mencapai target yang sangat tinggi. Namun, tantangan ini tidak mudah.
Insentif Besar untuk Kepemimpinan yang Berani
Ryan Cohen, yang menjadi chairman dan CEO GameStop sejak 2021, menerima insentif saham berbasis kinerja yang sangat menantang. Jika GameStop berhasil mencapai pasar senilai $100 miliar dan laba kumulatif sebesar $10 miliar sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), maka Cohen akan mendapatkan penghargaan besar. Namun, jika target tersebut tidak tercapai, maka semua opsi saham tersebut tidak akan berlaku.
Menurut laporan, Cohen hanya akan menerima opsi saham untuk membeli 171.537.327 saham Class A GameStop dengan harga $20.66 per saham jika semua kondisi terpenuhi. Ini adalah kesempatan besar bagi Cohen, tetapi juga risiko yang sangat tinggi.
Tantangan yang Menghadang
Meskipun GameStop telah melakukan beberapa langkah untuk memperluas bisnisnya, seperti ekspansi ke barang koleksi dan kartu perdagangan, serta pembelian bitcoin secara agresif, masih belum ada rencana jelas bagaimana inisiatif-inisiatif ini bisa menghasilkan pertumbuhan yang diharapkan. Perusahaan saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $9,3 miliar, yang jauh dari target $100 miliar.
Cohen, yang menjadi pusat transformasi GameStop setelah masa meme-stock, harus menghadapi tekanan untuk membuktikan bahwa strateginya benar-benar bisa mengubah perusahaan. Dalam wawancara dengan media, Cohen menyatakan bahwa ia percaya pada visi jangka panjang perusahaan dan yakin bahwa pertumbuhan akan datang.
Visi Jangka Panjang dan Pertumbuhan Ekstrem
Perusahaan menjelaskan bahwa struktur kompensasi ini dirancang untuk mengikat insentif Cohen secara langsung dengan keuntungan pemegang saham jangka panjang. Dengan demikian, Cohen akan fokus pada pertumbuhan yang luar biasa, bukan hanya pada hasil jangka pendek.
Namun, pertanyaannya adalah apakah visi ini cukup realistis? Meskipun GameStop telah mencatat laba sebesar $77,1 juta pada kuartal ketiga, penurunan 36% dalam saham tahun lalu menunjukkan bahwa pasar masih skeptis terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai target yang begitu ambisius.
Kebijakan dan Strategi yang Terus Berkembang
GameStop terus memperluas bisnisnya dengan berbagai inisiatif baru, termasuk memperkuat posisinya di pasar digital dan meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan juga berkomitmen untuk memanfaatkan sumber daya keuangannya secara efektif, termasuk investasi dalam aset digital seperti bitcoin.
Dalam wawancara, Cohen menyatakan bahwa ia percaya bahwa perusahaan memiliki potensi besar untuk tumbuh dan menjadi pemain utama di industri game dan teknologi. Ia menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Kesimpulan
Target yang ditetapkan GameStop untuk Ryan Cohen adalah ambisius dan menantang. Meskipun ada risiko besar, ini juga merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa perusahaan dapat bertransformasi dan mencapai pertumbuhan yang luar biasa. Dengan visi yang jelas dan strategi yang solid, Cohen mungkin bisa membawa GameStop ke level baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.




