PARLEMENTARIA.ID – Forum Anak Bojonegoro memberikan masukan penting terkait rencana revitalisasi alun-alun yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Sebagai representasi suara anak-anak, forum ini menekankan pentingnya memastikan bahwa alun-alun menjadi ruang publik yang aman, edukatif, dan inklusif bagi semua kalangan.
Ketua Forum Anak Bojonegoro, Lorenzo Clarence Santoso, menyampaikan bahwa alun-alun idealnya tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai tempat tumbuh dan belajar bagi anak-anak. Salah satu usulan utama adalah penyediaan ruang bermain yang aman dan edukatif, seperti playground ramah anak, ruang baca terbuka, serta area kreativitas seni dan budaya.
“Anak-anak membutuhkan ruang bermain yang bukan hanya aman, tetapi juga bisa menambah pengetahuan dan menyalurkan kreativitas,” ujar Lorenzo dalam pernyataannya.
Fasilitas Keamanan dan Kenyamanan yang Lebih Baik
Selain itu, Forum Anak juga menyoroti aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung. Mereka mengusulkan pencahayaan yang memadai di seluruh area, pemasangan CCTV, jalur pejalan kaki yang aman, serta penerapan zona bebas asap rokok. Bahkan, forum ini mendorong penggunaan sensor suara sebagai sistem peringatan bagi pengguna rokok di area terlarang.
Masukan lainnya berkaitan dengan ruang ekspresi dan partisipasi anak serta remaja. Forum Anak mengusulkan adanya panggung terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, musik, hingga kegiatan komunitas. Ruang tersebut juga diharapkan bisa difungsikan sebagai sarana pembelajaran luar ruang bagi siswa TK dan sekolah dasar.
Fasilitas Inklusif untuk Semua Kalangan
Tak kalah penting, Forum Anak Bojonegoro menekankan perlunya fasilitas yang inklusif. Alun-alun diharapkan ramah bagi anak berkebutuhan khusus, lansia, dan seluruh lapisan masyarakat dengan menyediakan jalur disabilitas, pegangan di setiap tangga, serta kotak P3K di beberapa titik strategis.
Dari sisi lingkungan, forum ini mendorong hadirnya edukasi lingkungan hidup melalui ruang hijau yang tertata, papan informasi edukatif, serta fasilitas pengelolaan sampah. “Saat anak-anak bermain, mereka juga bisa membaca dan belajar tentang pentingnya hidup bersih dan sehat,” tambah Lorenzo.
Penataan PKL dan UMKM yang Tertib
Forum Anak juga memberi perhatian pada penataan PKL dan UMKM agar tetap tertib. Menurut mereka, aktivitas ekonomi lokal harus tetap didukung tanpa mengurangi fungsi utama alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman bagi anak-anak dan keluarga.
Proses Revitalisasi yang Sedang Berlangsung
Pemkab Bojonegoro memastikan bahwa proses revitalisasi alun-alun tengah dipersiapkan secara matang. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Satito Hadi, membenarkan bahwa saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) masih berlangsung dan ditargetkan segera rampung.
Satito menyebutkan, revitalisasi alun-alun diperkirakan dimulai pertengahan 2026 dengan total anggaran sekitar Rp 26 miliar. Adapun desain akhir dan konsep wajah baru Alun-Alun Bojonegoro akan dimatangkan pada tahap DED. “Pengerjaan fisik di lapangan direncanakan mulai 2026,” ujar Satito.
Tujuan Revitalisasi yang Jelas
Senada, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, menyampaikan bahwa revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas alun-alun sebagai ruang publik utama. “Alun-alun adalah ruang publik. Penataan ulang diperlukan agar fungsinya semakin ideal dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Gunawan menambahkan, rencana revitalisasi ini juga merupakan respons atas aspirasi warga. Dengan masukan dari berbagai pihak, termasuk Forum Anak Bojonegoro, Pemkab berharap wajah baru alun-alun nantinya benar-benar menjadi ruang publik yang ramah anak, inklusif, dan membanggakan bagi masyarakat Bojonegoro.***






