PARLEMENTARIA.ID –Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran menyampaikan beberapa temuan yang diperoleh selama kegiatan reses yang dilakukannya di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
Tommy menyampaikan, beberapa kelurahan yang dikunjunginya serta masyarakat yang ditemuinya mengungkapkan, banyak masalah yang masih menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan sosial.
“Beberapa tempat yang saya kunjungi menyampaikan berbagai aspirasi, namun ada satu yang cukup mencolok, yaitu isu insentif Kader Posyandu,” katanya saat diwawancarai, Selasa (25/11/2025).
Pada masa reses tersebut, Tommy mengetahui bahwa Kader Posyandu di wilayah kelurahan hanya mendapatkan insentif sebesar Rp 50.000 setiap bulan, dengan pembayaran dilakukan setiap tiga bulan sekali.
“Kegiatan posyandu tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga melayani lansia. Dengan insentif sebesar itu, tentu masyarakat menganggapnya sangat tidak pantas,” katanya.
Tommy menekankan, perbedaan aturan menghambat kelurahan dalam menambah insentif melalui anggarannya.
Di sisi lain, Kader Posyandu di desa dapat menerima sekitar Rp300.000 setiap bulan berkat pendanaan dari anggaran desa.
“Ia akan bertanya di tingkat provinsi, apakah mungkin memberikan insentif tambahan melalui anggaran provinsi,” tegasnya.
Selain itu, perumahan, fasilitas pendidikan, serta pengembangan ekonomi masyarakat juga termasuk dalam daftar keinginan yang disampaikan oleh warga.
Tommy menyebutkan salah satu aspek yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian, yaitu pengembangan pariwisata di Pulau Telo Lama, yang terdiri dari pulau-pulau kecil di tengah sungai.
“Ini berpeluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya
Selanjutnya, ia memastikan semua hasil reses tersebut akan disampaikan ke DPRD Kalteng untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur dan kewenangan pemerintah provinsi. ***






