Prediksi Banjir Rob di Pesisir Jawa Timur Hingga Akhir 2026

DAERAH6 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob yang dapat melanda kawasan pesisir Jawa Timur hingga akhir Januari 2026. Peringatan ini muncul sebagai respons terhadap fenomena alam yang dipengaruhi oleh fase bulan baru, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut.

Faktor Utama Penyebab Banjir Rob

Ady Hermanto, Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, menjelaskan bahwa banjir rob disebabkan oleh pasang maksimum yang dipicu oleh fase bulan baru. Fenomena ini memicu peningkatan ketinggian air laut hingga sekitar 130-140 sentimeter dari permukaan air laut. Dampaknya, genangan air bisa mencapai ketinggian antara 10-30 sentimeter, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim.

Wilayah yang Terdampak

Beberapa wilayah pesisir Jawa Timur yang berpotensi terkena dampak banjir rob antara lain:

  • Pesisir barat Surabaya: Termasuk wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik.
  • Pelabuhan Surabaya: Wilayah ini juga diperkirakan akan terkena dampak banjir rob pada periode tertentu.

Banjir rob diprediksi terjadi antara pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, terutama pada hari-hari awal Januari 2026. Namun, potensi banjir rob tidak hanya terbatas pada waktu-waktu tersebut, karena kondisi cuaca dan intensitas hujan juga bisa memperparah situasi.

Dampak yang Ditimbulkan

Banjir rob dapat memberikan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Beberapa dampak utama antara lain:

  • Transportasi: Genangan air dapat mengganggu lalu lintas di sekitar pelabuhan dan jalan-jalan pesisir.
  • Aktivitas Petani Garam dan Perikanan Darat: Kondisi air yang tinggi dapat mengganggu proses produksi dan pengolahan hasil pertanian serta perikanan.
  • Kegiatan Bongkar Muat di Pelabuhan: Aktivitas bongkar muat barang bisa terhambat karena genangan air yang tidak terkendali.

Imbauan dari BMKG

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini yang dikeluarkan. Masyarakat diminta untuk menghindari wilayah yang tergenang karena air banjir rob bersifat korosif dan berpotensi merusak infrastruktur serta kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan diri dengan menyiapkan perlengkapan darurat dan memastikan keamanan rumah serta lingkungan sekitar. Penggunaan media sosial dan aplikasi resmi BMKG bisa menjadi sumber informasi terpercaya dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Persiapan dan Mitigasi

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat banjir rob, pemerintah daerah dan lembaga terkait sedang memperkuat sistem mitigasi bencana. Hal ini termasuk peningkatan kualitas tanggul dan pembangunan infrastruktur penangkal banjir. Selain itu, edukasi masyarakat tentang cara menghadapi banjir rob juga dilakukan secara berkala.

Prediksi banjir rob di pesisir Jawa Timur hingga akhir 2026 menunjukkan pentingnya kesadaran dan persiapan dini dari masyarakat dan pemerintah. Dengan memahami penyebab, dampak, dan langkah mitigasi, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman alam yang terus berubah seiring perubahan iklim.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *