Perjalanan Spiritual dan Kehidupan Philip Yancey
Philip Yancey, seorang penulis Kristen terkenal yang dikenal dengan karya-karyanya seperti What’s So Amazing About Grace dan The Jesus I Never Knew, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari aktivitas pelayanan setelah mengakui adanya hubungan terlarang selama delapan tahun. Pengakuan ini diungkapkannya melalui surat yang ditujukan kepada Christianity Today, media yang telah menjadi mitra lama bagi Yancey sejak awal karier tulis-menulisnya pada 1971.
Dalam pernyataannya, Yancey menyampaikan rasa malu dan penyesalan mendalam atas tindakannya. “Saya mengakui dengan rasa malu bahwa selama delapan tahun saya sengaja terlibat dalam hubungan terlarang dengan seorang wanita yang sudah menikah,” tulisnya. Ia juga menjelaskan bahwa ia telah memohon pengampunan kepada Tuhan dan istrinya, serta berkomitmen untuk mengikuti program konseling dan akuntabilitas profesional.
Yancey mengecam tindakannya sebagai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang ia ajarkan selama ini. “Saya gagal secara moral dan spiritual, dan saya sedih karena dampak yang saya timbulkan,” katanya. “Saya menyadari bahwa tindakan saya akan membuat pembaca yang sebelumnya percaya pada tulisan saya kecewa.”
Ia juga menyebutkan bahwa aksinya merusak reputasi Tuhan di mata orang-orang. “Kesalahan saya membawa ketidak hormatan kepada Tuhan,” ujarnya. “Saya penuh penyesalan dan pertobatan, dan saya hanya punya satu hal yang bisa diandalkan, yaitu belas kasihan dan anugerah Tuhan.”
Langkah Dramatis dalam Karier
Setelah pengakuan tersebut, Yancey mengambil langkah drastis dengan mengundurkan diri dari berbicara dan pelayanan publik. Ia juga menghapus semua akun media sosialnya. “Saya perlu menghabiskan sisa hidup saya untuk menjalani kata-kata yang telah saya tulis sebelumnya,” katanya dalam penutup pernyataannya.
Janet, istri Yancey, juga memberikan pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, ia menggambarkan rasa trauma dan kerusakan yang dialaminya. “Saya membuat janji pernikahan yang suci dan mengikat 55½ tahun lalu, dan saya tidak akan memecahkan janji itu,” tulis Janet. Ia juga menyampaikan harapan agar Tuhan memberinya kekuatan untuk memaafkan, meskipun masih merasakan trauma yang luar biasa. “Mohon doakan kami,” tambahnya.
Sejak 2023, Janet telah menjadi pengasuh bagi suaminya setelah ia didiagnosis menderita penyakit Parkinson. Meski begitu, ia tetap setia dan menunjukkan komitmen yang kuat terhadap ikatan pernikahan mereka.
Komentar dari Pihak Terkait
Selain pernyataan dari Yancey dan istrinya, banyak pihak yang merespons pengakuan ini. Banyak pembaca dan penggemar karya-karya Yancey merasa terkejut dan kecewa, namun beberapa juga menunjukkan dukungan dan harapan agar ia dapat pulih dan kembali memberikan kontribusi positif.
Pengakuan ini juga memicu diskusi tentang pentingnya integritas dalam pelayanan dan bagaimana kesalahan individu dapat memengaruhi keyakinan umat. Bagi banyak orang, Yancey bukan hanya seorang penulis, tetapi juga seorang panutan dalam kehidupan rohani.




