PARLEMENTARIA.ID – Ekspor Kabupaten Lamongan mencatatkan peningkatan signifikan pada tahun 2025, dengan sebagian besar komoditas yang diekspor berasal dari sektor industri logam. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, dan menjadi indikasi kuat bahwa sektor manufaktur di wilayah ini semakin berkembang.
Data yang dirilis oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan menyebutkan bahwa nilai ekspor pada 2025 mencapai sekitar Rp22 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp21,8 triliun. Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, mengungkapkan bahwa kenaikan ini tidak disebabkan oleh jumlah perusahaan eksportir yang meningkat, tetapi lebih karena meningkatnya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor.
“Perusahaan-perusahaan eksportir masih sama seperti sebelumnya. Produk-produk yang diekspor juga tidak banyak berubah. Namun, permintaan dari luar negeri meningkat, sehingga nilai ekspornya ikut naik,” jelas Anang.
Dominasi Baja dan Aluminium dalam Ekspor
Sektor industri logam, khususnya baja dan aluminium, menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekspor Lamongan. Salah satu perusahaan utama yang berkontribusi adalah PT Han, yang memproduksi baja lembaran dan aluminium. Permintaan produk-produk tersebut sangat tinggi, sehingga berdampak besar terhadap total nilai ekspor daerah.
Anang menjelaskan bahwa meskipun komoditas lain seperti produk perikanan dan olahan hasil laut masih diekspor, kontribusi mereka tidak sebesar sektor logam. “Produk perikanan dan olahan tetap ada, tetapi yang paling dominan saat ini memang dari industri baja,” tambahnya.
Target Tahun 2026 dan Tantangan Global
Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan nilai ekspor pada tahun 2026 mencapai Rp22,9 triliun. Anang optimistis target ini dapat tercapai, meskipun situasi global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ia menilai bahwa tren permintaan ekspor yang positif memberi peluang untuk melebihi target, bahkan bisa mencapai Rp23 triliun.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa regulasi perdagangan internasional, termasuk kebijakan ekspor di beberapa negara seperti Amerika Serikat, bisa memengaruhi kinerja ekspor. Meski demikian, kondisi tersebut kini mulai stabil, dan pihaknya tetap optimis terhadap perkembangan ekspor Lamongan di masa depan.
Peran Pemerintah dalam Mendukung Ekspor
Selain itu, Pemkab Lamongan terus berupaya meningkatkan daya saing produk lokal melalui berbagai kebijakan dan program pendukung. Termasuk dalam hal ini adalah pembinaan terhadap pelaku usaha, pengembangan infrastruktur logistik, serta penguatan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Anang menekankan pentingnya stabilitas regulasi dan dukungan dari pemerintah pusat dalam memastikan kelancaran proses ekspor. “Kami berharap kebijakan yang mendukung ekspor akan terus diberlakukan, sehingga ekspor Lamongan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski ada tantangan dari sisi regulasi dan fluktuasi pasar global, Lamongan memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor ekspor. Selain itu, ketersediaan sumber daya alam yang cukup dan keterampilan tenaga kerja yang mumpuni menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan fokus pada sektor industri logam dan terus memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara tujuan ekspor, Lamongan siap menjadi salah satu pusat ekspor yang andal di Jawa Timur. Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha, ekspor Lamongan di masa depan diprediksi akan terus meningkat.***






