PARLEMENTARIA.ID – Di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah perbatasan antara Desa Panikel dan Desa Bojong, kehidupan sehari-hari tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah akses jalan yang rusak parah, termasuk jembatan penghubung yang nyaris tak layak digunakan. Hal ini memengaruhi para siswa SD yang harus menempuh perjalanan berat setiap hari demi mendapatkan pendidikan.
Akses Vital yang Tidak Bisa Diabaikan
Jembatan yang terletak di Dusun Panikel RT 02/RW 05 menjadi satu-satunya jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Kampung Laut dengan Kecamatan Kawunganten. Namun, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan. Struktur yang retak dan kerusakan pada bagian lantai membuat jembatan ini sangat tidak aman untuk dilewati.
Selain itu, akses jalan penghubung juga dalam kondisi buruk. Jarak tempuh dari rumah ke sekolah mencapai 4 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Perjalanan ini semakin berat karena kondisi jalan yang tidak stabil dan risiko kecelakaan yang tinggi.
TNI Berperan sebagai Penjaga Keselamatan
Dalam situasi seperti ini, TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat. Babinsa Desa Panikel, Serda Ronal, turun langsung ke lokasi untuk memastikan keselamatan anak-anak yang melintasi jembatan.
Ia bersama warga setempat berdiri di ujung jembatan, membantu menggendong tas atau menuntun langkah anak-anak agar tidak terpeleset atau terjatuh. “Keselamatan anak-anak adalah prioritas kami,” kata Serda Ronal. “Dengan kondisi jembatan yang rusak parah seperti ini, risiko kecelakaan sangat tinggi. Kami bersama warga berupaya memastikan mereka sampai ke sekolah dengan aman meskipun jalurnya sangat memprihatinkan.”
Kebutuhan Perbaikan Infrastruktur
Situasi ini tidak hanya memberatkan anak-anak, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Mereka khawatir akan keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, kondisi jembatan yang rusak juga menghambat mobilitas masyarakat secara keseluruhan.
Perbaikan infrastruktur seperti jembatan dan jalan penghubung bukan hanya penting untuk transportasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan pendidikan anak-anak di wilayah ini. Tanpa akses yang baik, kesempatan belajar dan berkembang akan terbatas.
Masyarakat Berharap Tindakan Nyata dari Pemerintah
Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jembatan dan akses jalan. Perbaikan ini diperlukan agar anak-anak dapat bersekolah dengan aman dan tanpa ancaman kecelakaan.
Selain itu, perlu adanya program peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas di sekolah-sekolah daerah terpencil. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya memiliki kesempatan belajar, tetapi juga bisa meraih peluang lebih besar di masa depan.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Meski tantangan masih ada, semangat dan tekad anak-anak untuk meraih pendidikan tetap tinggi. Mereka berjuang dengan segala keterbatasan yang ada, mengingat pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib.
TNI dan masyarakat setempat terus bekerja sama untuk memastikan anak-anak tetap aman dan bisa menikmati haknya atas pendidikan. Dengan dukungan dari pemerintah dan komunitas, harapan untuk masa depan yang lebih baik bisa tercapai.***






