PARLEMENTARIA.ID – Bupati Gianyar, Made Mahayastra, baru-baru ini meresmikan patung Soekarno yang sedang mendidik anak-anak di Gedung Perpustakaan Daerah Nawaksara. Peristiwa ini berlangsung pada Senin (16/2) lalu, dan menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan, literasi, serta nasionalisme kepada generasi muda.
Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan Upacara Piodalan di Gedung Perpustakaan Nawaksara Gianyar. Dalam acara tersebut, terdapat ritual melaspas dan mendem pedagingan di bawah patung Soekarno yang sedang mendidik anak-anak. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk para pejabat dan tokoh masyarakat setempat.
Tokoh yang Tidak Hanya Seorang Proklamator
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gianyar, Ida Ayu Putu Eka Susanti, menjelaskan bahwa sosok Soekarno tidak hanya dikenal sebagai Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga sebagai figur yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
Menurutnya, karya patung ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama di lingkungan perpustakaan yang merupakan pusat literasi masyarakat.
Inspirasi dari Kisah Sejarah
Ide pembuatan patung ini terinspirasi dari kisah sejarah ketika Bung Karno menjalani masa pengasingan. Meskipun dalam kondisi keterbatasan dan tekanan penjajahan, Soekarno tetap meluangkan waktu untuk mengajarkan anak-anak di sekitarnya. Beliau menanamkan semangat kebangsaan, wawasan, dan rasa percaya diri sebagai bangsa yang merdeka.
“Melalui visualisasi patung ini, nilai-nilai seperti itu ingin diabadikan,” ujar Ida Ayu Putu Eka Susanti.
Selama masa pengasingan oleh pemerintah kolonial, Soekarno tetap aktif berdiskusi, mengajar, dan membangun kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat. Nilai-nilai inilah yang ingin diwujudkan melalui patung yang menggambarkan Soekarno tengah mendampingi dan membimbing anak-anak sebagai representasi generasi penerus bangsa.
Gedung Perpustakaan sebagai Ruang yang Inklusif
Ida Ayu Putu Eka Susanti menambahkan bahwa Gedung Perpustakaan Daerah Nawaksara diharapkan menjadi ruang yang inspiratif, edukatif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan hadirnya ikon baru ini, perpustakaan diharapkan semakin menarik minat kunjungan masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.
Pihak perpustakaan juga berharap bahwa kehadiran patung Soekarno ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih aktif mengakses sumber belajar dan meningkatkan literasi mereka.
Harapan Masa Depan
Dengan adanya patung Soekarno di Gedung Perpustakaan Daerah Nawaksara, diharapkan bisa menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan dan nasionalisme. Semangat Bung Karno yang tak pernah padam dalam mengajarkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Gianyar dan sekitarnya.
Patung ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan dan pemahaman akan sejarah bangsa. Dengan demikian, masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih sadar akan pentingnya literasi dan identitas nasional.





