Kondisi Keuangan Perusahaan Daerah yang Terpuruk, Direktur Perumda Semeru Lumajang Tidak Digaji

PARLEMENTARIA.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Semeru, yang berada di bawah pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tengah menghadapi tantangan besar. Sebelumnya, perusahaan ini sempat dinyatakan bangkrut, sehingga memicu langkah-langkah khusus dari pihak pemerintah setempat. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah penunjukan Maulana Hakiki sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Semeru.

Menurut Bupati Lumajang, Indah Amperawati, alasan utama tidak memberikan gaji kepada Maulana adalah karena kondisi keuangan perusahaan yang sangat tidak stabil. “Ya memang di awal ini saya dan Mas Maulana tidak pernah berbicara soal gaji, karena memang kondisi keuangan perusahaan yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Pemkab Lumajang juga tidak menyertakan modal tambahan untuk membantu perusahaan mengembangkan bisnisnya. Hal ini membuat Perumda Semeru harus bertahan dengan sisa keuangan dan bisnis pupuk yang masih ada.

“Penyertaan modal di awal tahun ini tidak ada karena APBD 2026 sudah berjalan, nanti baru bisa di perubahan anggaran pertengahan tahun sambil kita lihat perkembangan perusahaannya,” jelas Indah.

Tanggung Jawab dan Visi Baru

Meski tidak menerima gaji, Maulana Hakiki tetap percaya bahwa dirinya dapat membawa Perumda Semeru kembali pulih. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menstabilkan keuangan dalam enam bulan ke depan. “Kalau umpamanya stabil, targetnya enam bulan ini. Kami target enam bulan ini ada hasilnya,” katanya.

Selain itu, Maulana telah merencanakan perombakan besar-besaran terhadap sumber daya manusia (SDM) di Perumda Semeru. Tujuannya adalah untuk mensukseskan visinya dalam membangkitkan kembali perusahaan tersebut.

“Kira-kira kontinyu dan disebut perusahaan daerah itu pantas,” tambahnya.

Kepastian Gaji Setelah Stabil

Indah Amperawati menegaskan bahwa setelah kondisi keuangan perusahaan kembali normal, gaji akan diberikan secara profesional. “Tapi nanti begitu perusahaan sudah bangkit ya tetap harus digaji profesional,” tegasnya.

Ia yakin bahwa dengan kerja keras dan strategi yang tepat, Perumda Semeru dapat kembali menjadi perusahaan yang layak dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Perumda Semeru sebelumnya sempat dinyatakan bangkrut setelah audit menunjukkan kerugian hingga Rp 3 miliar. Hal ini memicu tindakan pembekuan operasional oleh pemerintah daerah. Namun, meskipun situasi saat ini masih sulit, pihak terkait tetap optimis bahwa perusahaan dapat bangkit kembali.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *