Persiapan Reses DPRD Riau di Tengah Tantangan Anggaran
Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau direncanakan akan digelar menjelang masuknya bulan Ramadhan. Rencana ini sudah disiapkan sejak awal Februari 2026, namun ketersediaan anggaran untuk kegiatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar.
Menurut informasi yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau, saat ini pendapatan daerah masih sangat terbatas. Dana bagi hasil yang masuk hanya dalam hitungan miliar rupiah. Hal ini memicu kekhawatiran terkait kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan anggaran reses.
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, telah melakukan pertemuan dengan kepala BPKAD untuk membahas kesiapan anggaran reses tersebut. Ia berharap bahwa sebelum pelaksanaan reses, anggaran sudah tersedia.
“Masalah ketersediaan anggaran memang masih menjadi tantangan di awal tahun ini, tapi mudah-mudahan ada solusi agar saat reses dimulai, anggaran sudah siap,” ujarnya.
Dari penjelasan Pemerintah Provinsi Riau yang diterima oleh Kaderismanto, Pemprov menghadapi kendala keuangan di awal tahun. Ketersediaan kas daerah masih minim, sehingga perlu dilakukan pengaturan yang lebih ketat dalam penggunaan anggaran.
Kaderismanto bersama anggota DPRD Riau lainnya memilih agar reses digelar sebelum bulan Ramadhan. Alasan utamanya adalah agar lebih mudah mengumpulkan massa saat menyerap aspirasi masyarakat.
Kondisi Keuangan yang Masih Sulit
Plt Kepala BPKAD Provinsi Riau, Ispan Syahputra, menyatakan bahwa pihaknya masih menghadapi kondisi keuangan yang sulit di awal tahun. Hal ini membuat pengambilan keputusan terkait alokasi anggaran menjadi lebih rumit.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengunciannya di awal tahun. Ia menyebutkan bahwa akan dilakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang tidak bisa dijalankan dan mana yang prioritas.
“Dari awal tahun, akan disisir mana saja kegiatan yang prioritas dijalankan. Jika tidak prioritas, maka kegiatannya akan ditahan dulu,” tegas Syahrial Abdi.
Strategi Penghematan Anggaran
Pendekatan ini dilakukan untuk membatasi belanja, meskipun beberapa kegiatan telah dimasukkan dan tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, ketersediaan anggaran pendapatan tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.
Strategi penghematan ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan penggunaan anggaran yang terbatas, sambil tetap memastikan bahwa kebutuhan dasar dan prioritas pemerintah daerah tetap terpenuhi.
Tantangan di Tengah Tahun
Meski saat ini anggaran reses masih menjadi isu yang belum terselesaikan, para anggota DPRD Riau tetap berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya sesuai rencana. Mereka berharap adanya solusi yang cepat dan efektif agar kegiatan reses dapat berjalan lancar tanpa mengganggu proses penyusunan anggaran.
Selain itu, para anggota dewan juga berusaha memastikan bahwa aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara maksimal. Dengan reses yang digelar sebelum Ramadhan, mereka berharap dapat lebih mudah berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menyerap keluhan serta harapan mereka.
Dengan situasi keuangan yang masih memprihatinkan, pemerintah daerah dan lembaga legislatif harus bekerja sama untuk mencari solusi yang terbaik. Diharapkan, seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menjaga stabilitas keuangan daerah sambil tetap menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan dengan baik.






