PARLEMENTARIA.ID – Kemacetan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, semakin mengkhawatirkan terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Lonjakan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan utama mendorong DPRD Balikpapan untuk mengusulkan langkah-langkah tegas dalam menghadapi masalah ini.
Salah satu usulan yang disampaikan oleh Komisi III DPRD Balikpapan adalah pembatasan kepemilikan mobil serta pengawasan ketat terhadap kendaraan berat. Ketua Komisi III, Yusri, menilai bahwa pertumbuhan kendaraan tidak lagi seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia. Ia mengusulkan agar setiap warga membatasi pembelian mobil sesuai dengan kapasitas garasi yang dimiliki. Bahkan, pemilik rumah baru disarankan menyediakan ruang parkir yang memadai sebelum membeli kendaraan.
“Bagaimana pembelian mobil dibatasi. Kalau bangun rumah juga harus memiliki garansi,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurut Yusri, kebijakan pembatasan saja tidak akan efektif tanpa dibarengi peningkatan kualitas dan jangkauan angkutan umum. Jika transportasi publik belum memadai, masyarakat akan tetap bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari. Terlebih lagi, aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terus meningkat, sehingga tekanan terhadap infrastruktur jalan semakin besar.
“Masyarakat juga bisa memilih jalan alternatif saja untuk mengurai kepadatan,” ucapnya.
Pengawasan Kendaraan Berat yang Lebih Ketat
Di sisi lain, penertiban kendaraan over dimension overload (ODOL) semakin masif dilakukan. Berdasarkan surat edaran Walikota Balikpapan, angkutan barang di atas 10 ton hanya diperbolehkan melintas pada pukul 22.00 hingga 05.00 WITA. DPRD Balikpapan pun mendorong agar pengawasan terhadap kendaraan berat diperketat, termasuk memastikan operasionalnya hanya pada jam tertentu agar tidak memperparah kemacetan di siang hari.
“Ini bisa ditindaklanjuti dengan arahan kembali agar kendaraan besar masuk wilayah kota di waktu tertentu,” pungkasnya.
Langkah-Langkah Alternatif untuk Mengurangi Kemacetan
Selain pembatasan kendaraan pribadi dan pengawasan kendaraan berat, ada beberapa langkah alternatif yang dapat diterapkan untuk mengurangi kemacetan di Balikpapan. Beberapa di antaranya adalah:
- Peningkatan layanan angkutan umum: Dengan meningkatkan kualitas dan jumlah angkutan umum, masyarakat akan lebih cenderung menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi.
- Pengembangan infrastruktur jalan: Memperluas dan memperbaiki jalan-jalan utama dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.
- Penerapan sistem ganjil-genap: Sistem ini dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan di jalan utama pada jam sibuk.
- Promosi penggunaan kendaraan ramah lingkungan: Mendorong penggunaan sepeda atau kendaraan listrik dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi polusi dan kemacetan.
Masalah kemacetan di Balikpapan memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak. Pembatasan kepemilikan mobil, pengawasan kendaraan berat, serta peningkatan layanan angkutan umum merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan ini. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis, diharapkan kondisi lalu lintas di Balikpapan dapat terus ditingkatkan dan lebih nyaman bagi semua pengguna jalan.






