PARLEMENTARIA.ID – Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai sekitar 4,96 persen pada Kuartal III-2025. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memproyeksikan pertumbuhan hingga akhir tahun mencapai 5,1 persen. Sementara itu, Bank Indonesia memberikan estimasi pertumbuhan ekonomi Jakarta antara 4,6 persen hingga 5,4 persen.
Beberapa sektor menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut. Sektor akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, serta jasa perusahaan memberikan kontribusi signifikan. Selain itu, sektor informasi dan komunikasi juga mengalami peningkatan yang stabil, didorong oleh aktivitas ekonomi yang meningkat dan digitalisasi yang semakin pesat.
Peran Kurva S dalam Menganalisis Pertumbuhan Ekonomi
Meski ada progres positif, Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk menyoroti pentingnya pendekatan kurva S dalam membaca siklus pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kurva S merupakan alat visual yang digunakan untuk memahami fase-fase pertumbuhan, mulai dari fase awal yang lambat, fase percepatan, hingga tahap kematangan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu kebijakan fiskal lebih terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Kementerian Keuangan itu ucapannya harus dipegang. Jadilah ‘koboi’ yang dicintai rakyat karena mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi nyata,” ujar Amos dalam pernyataannya.
Janji Suntikan Dana Rp10 Triliun ke Bank Jakarta
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menagih janji Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait rencana suntikan dana sebesar Rp10 triliun ke Bank Jakarta. Rencana ini disampaikan dalam pembicaraan sebelumnya antara pemerintah pusat dan pemprov DKI.
Pramono berharap dana tersebut dapat menjadi angin segar bagi pemerintah daerah, terutama dalam situasi kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), termasuk dana bagi hasil (DBH). Dana ini direncanakan untuk menggerakkan perekonomian sekaligus mendukung pembangunan Jakarta.
Rencana Penyuntikan Dana ke Bank Jakarta
Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana menyuntikkan dana puluhan triliun rupiah ke Bank Jakarta. Rencana ini disampaikan usai pertemuan dengan Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.
Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan sebelumnya telah menyalurkan dana hingga Rp200 triliun ke bank-bank Himbara guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Skema serupa dinilai potensial diterapkan di bank pembangunan daerah seperti Bank Jakarta.
“Jakarta punya Bank Jakarta. Saya taruh di Himbara Rp200 triliun, bagaimana kalau saya tambah beberapa puluh triliun ke Bank Jakarta?” ujar Purbaya.
Dana tersebut diharapkan dapat mendorong pembiayaan UMKM serta memperluas program kredit produktif di Jakarta. “Dalam waktu dekat jumlahnya akan saya hitung. Tapi kalau Rp10 triliun sampai Rp20 triliun saja sudah cukup untuk menyerap dan menggerakkan ekonomi,” tambahnya.***






