PARLEMENTARIA.ID – Transportasi laut menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dan sekitarnya. Salah satu kapal yang memainkan peran krusial dalam menghubungkan berbagai pelabuhan terpencil adalah KM Sabuk Nusantara 82. Kapal ini tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga barang pokok dan kargo dengan jadwal yang fleksibel, tergantung pada kondisi cuaca.
Kapal perintis Tol Laut ini dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Dengan rute yang mencakup beberapa pulau di Sultra hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), KM Sabuk Nusantara 82 menjadi penghubung vital antara wilayah-wilayah yang kurang terjangkau oleh transportasi darat.
Rute Pelayaran yang Menjangkau Wilayah Terpencil
KM Sabuk Nusantara 82 memiliki rute pelayaran yang cukup luas. Mulai dari pelabuhan Kendari, kapal ini berlayar menuju Langara, kemudian ke Waodeburi, Pasarwajo, Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan akhirnya ke Kalabahi di Alor serta Lewoleba di Lembata. Rute balikannya juga tidak kalah penting, yaitu dari Lewoleba ke Kalabahi, Binongko, Tomia, Kaledupa, Wanci, Pasarwajo, Waodeburi, Langara, dan kembali ke Kendari.
Rute-rute ini sangat vital bagi masyarakat Wakatobi dan Buton Utara, yang sering kali memperpanjang pelayaran hingga ke NTT. Dengan adanya layanan ini, akses ke pasar, pendidikan, dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau.
Tarif yang Terjangkau dan Subsidi Pemerintah
Salah satu keunggulan dari KM Sabuk Nusantara 82 adalah tarif yang relatif murah. Harga tiket ini dipengaruhi oleh subsidi pemerintah, sehingga masyarakat dapat menikmati biaya yang terjangkau. Misalnya, untuk rute pendek seperti Wanci-Kaledupa, tarif berkisar antara Rp40.000 hingga Rp70.000. Sementara itu, untuk rute yang lebih panjang seperti Binongko-Kalabahi, harga tiket bisa mencapai Rp80.000 hingga Rp150.000.
Menurut sumber lokal, tarif ini dirasa sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau pelosok.
Jadwal Pelayaran Bulan Januari 2026
Berikut ini adalah jadwal pelayaran KM Sabuk Nusantara 82 untuk bulan Januari 2026, khususnya tanggal 8 hingga 11 Januari:
- Pelabuhan Kendari: Berangkat 8 Januari 2026 pukul 16.30, tiba di Langara pukul 20.00.
- Pelabuhan Langara: Berangkat 8 Januari 2026 pukul 22.00, tiba di Waodeburi pukul 05.30.
- Pelabuhan Waodeburi: Berangkat 9 Januari 2026 pukul 06.00, tiba di Pasarwajo pukul 16.00.
- Pelabuhan Pasarwajo: Berangkat 9 Januari 2026 pukul 18.00, tiba di Wanci pukul 23.59.
Jadwal ini memberikan waktu yang cukup fleksibel bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan laut, terutama untuk keperluan ekonomi atau keluarga.
Peran KM Sabuk Nusantara 82 dalam Pembangunan Daerah
Selain sebagai alat transportasi, KM Sabuk Nusantara 82 juga berperan penting dalam pembangunan daerah. Dengan menghubungkan wilayah-wilayah terpencil, kapal ini membantu meningkatkan aksesibilitas terhadap pasar, pendidikan, dan layanan kesehatan. Selain itu, kapal ini juga memfasilitasi distribusi barang pokok dan kargo, yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Dalam wawancara dengan salah satu pengguna jasa, ia menyampaikan bahwa layanan kapal ini sangat membantu dalam menjaga keterhubungan antara wilayah-wilayah yang terpisah oleh laut. “Tanpa adanya KM Sabuk Nusantara 82, akses ke pasar dan layanan kesehatan akan sangat sulit,” ujarnya.***






