Destinasi Wisata Baru di Mojokerto yang Menyatu dengan Alam dan Modernitas

PARLEMENTARIA.ID – Pacem, sebuah desa kecil di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kini memiliki tempat baru yang menarik untuk dikunjungi. Tempat tersebut adalah Cafe Black Dew, yang menggabungkan pemandangan alam pegunungan dengan konsep modern. Lokasinya berada di Desa Cembor, yang terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Keberadaannya memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alam yang segar serta sentuhan estetika modern.

Konsep yang Berbeda dari Kafe Lainnya

Black Dew tidak hanya sekadar tempat untuk minum kopi atau makan. Ia dirancang sebagai ruang yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan. Tidak seperti kafe lain di kawasan ini, seperti Cafe Gartenhütte, yang lebih menonjolkan konsep tradisional dengan pemandangan sawah, Black Dew memiliki tampilan yang lebih modern. Pengunjung dapat melihat Gunung Penanggungan dan Welirang yang terlihat jelas dari area kafe.

Elang Yudha Waskita, pemilik Black Dew, menjelaskan bahwa penempatan kafe di lokasi ini dipilih karena potensi wisata yang terus berkembang. Meskipun masih dalam satu manajemen dengan Cafe Gartenhütte, ia ingin Black Dew memiliki ciri khas tersendiri. “Kami ingin menyajikan pengalaman yang berbeda, dengan nuansa alam yang tetap terasa namun dilengkapi dengan menu modern,” ujarnya.

Nama yang Memiliki Makna Filosofis

Nama Black Dew sendiri memiliki makna yang mendalam. Kata “Black” mencerminkan kesan elegan dan minimalis, dengan hampir seluruh elemen kafe didominasi warna hitam. Mulai dari bangunan, atap, peralatan makan, hingga seragam pegawai, semuanya mengarah pada kesan modern dan rapi. Sementara itu, “Dew” merujuk pada embun, yang menggambarkan kondisi Desa Cembor yang sering diselimuti kabut dan udara sejuk.

Desain bangunan kafe juga mencerminkan konsep rumah kayu dengan gaya peternakan klasik. Ini menciptakan suasana yang hangat dan akrab, cocok untuk berbagai kalangan pengunjung. Mereka bisa memilih duduk di area indoor yang tenang atau menikmati pemandangan hijau dari area outdoor yang sangat fotogenik.

Menu yang Menggugah Selera

Selain pemandangan, Black Dew juga menawarkan berbagai menu yang menarik. Kopi lokal dari kawasan Pacet–Trawas menjadi salah satu andalan. Harga makanan dan minuman di sini cukup terjangkau, mulai dari Rp8.000 hingga Rp20.000. Beberapa menu populer termasuk Jasmine Green Tea, Black Dew Choco, Pizza Crepes, Bakmie Black Dew, hingga Iga Bakar Black Dew.

Kafe ini juga menjadi pilihan favorit untuk romansa, baik bersama pasangan, keluarga, atau teman. Saat matahari terbenam, suasana menjadi lebih romantis dan menambah daya tarik kafe ini.

Dampak Positif bagi Masyarakat Sekitar

Keberadaan Black Dew tidak hanya bermanfaat bagi pengunjung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Sebanyak 45 pegawai kafe merupakan anak muda lokal Desa Cembor. Selain itu, kafe juga bekerja sama dengan UMKM setempat untuk menyediakan berbagai produk lokal, mulai dari menu makanan hingga oleh-oleh.

Elang menegaskan bahwa kafe ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Omzet kami cukup lumayan, tergantung ramainya pada akhir pekan dan hari libur nasional,” katanya.

Perkembangan dan Fasilitas yang Menarik

Black Dew dibangun sejak 2022 dengan konsep yang matang sejak awal. Berbeda dengan Gartenhütte yang dibangun bertahap, Black Dew dirancang lebih terencana dan resmi dibuka pada 2024. Luas area kafe mencapai sekitar 3.000 meter persegi, dan buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Dengan kombinasi panorama alam, desain estetik, kopi lokal, dan pemberdayaan warga desa, Black Dew perlahan menjadi ikon baru wisata kuliner di kawasan Pacet, Mojokerto. Kehadirannya menunjukkan bagaimana pariwisata dan ekonomi lokal bisa berkembang bersamaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *