DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca buruk yang terjadi di kawasan pesisir Aceh mengakibatkan pembatalan tiga jadwal pelayaran kapal cepat rute Banda Aceh–Sabang dan sebaliknya. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, yang menyebabkan operasional transportasi laut terganggu.
Alasan Pembatalan Jadwal Pelayaran
Pembatalan dilakukan oleh PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, salah satu perusahaan yang menangani layanan transportasi laut di wilayah tersebut. Kepala Cabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur di Sabang, Rudi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan penumpang dan kru kapal. Ia menilai kondisi cuaca yang ekstrem, termasuk gelombang tinggi dan angin kencang, tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Jadwal pelayaran yang dibatalkan antara lain:
– Keberangkatan dari Banda Aceh ke Sabang pukul 16.30 WIB
– Keberangkatan dari Sabang ke Banda Aceh pukul 14.30 WIB dan 16.30 WIB
Imbauan bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan laut dalam kondisi cuaca seperti ini. Pihak perusahaan juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak pelayaran. Dengan begitu, penumpang dapat mengetahui perkembangan terkini dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Dampak terhadap Transportasi Laut
Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di kawasan Aceh tidak hanya memengaruhi pelayaran kapal cepat, tetapi juga berdampak pada aktivitas transportasi laut secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan cuaca dalam menjaga kelancaran lalu lintas maritim.
Beberapa pihak terkait telah mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti memberikan informasi awal kepada masyarakat tentang potensi gangguan. Selain itu, sistem pengumuman melalui loket resmi pelabuhan juga digunakan untuk memastikan semua penumpang mendapatkan informasi yang akurat.
Rekomendasi untuk Penumpang
Bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan laut, disarankan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan informasi dari pihak perusahaan. Jika ada kemungkinan terganggu, lebih baik menunda perjalanan hingga kondisi membaik. Dengan demikian, keselamatan menjadi prioritas utama.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk tetap waspada dan siap dengan rencana cadangan jika terjadi perubahan mendadak dalam jadwal pelayaran. Dengan adanya komunikasi yang efektif antara pihak perusahaan dan penumpang, harapan besar bisa ditemukan dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan saat berkendara laut.
Peristiwa pembatalan pelayaran kapal cepat di Banda Aceh–Sabang mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam menjaga keselamatan dan kelancaran transportasi laut. Cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memengaruhi operasional pelayaran. Dengan peningkatan pengawasan dan komunikasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi seperti ini di masa depan.***






