PARLEMENTARIA.ID – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, terutama dalam bidang pariwisata dan budaya. Warisan budaya yang panjang menjadi ciri khas masyarakat Jogja, yang telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Keramahan masyarakat dan keberlanjutan budaya ini menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di DIY.
Pemerintah DIY melalui DPRD senantiasa memberikan dukungan untuk pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak peraturan daerah (perda) yang disahkan untuk mendukung sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. Contohnya adalah perda tentang pariwisata berbasis budaya kalurahan dan kelurahan. Dengan adanya perda-perda tersebut, diharapkan pariwisata DIY dapat lebih berkembang dan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Membuat Wisatawan Betah di Yogya
Rata-rata wisatawan yang datang ke Jogja tinggal hanya selama tiga hari dua malam, jauh lebih singkat dibandingkan wisatawan di Bali yang biasanya tinggal seminggu. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pariwisata DIY belum sepenuhnya dimanfaatkan. Untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, diperlukan kolaborasi antara industri pariwisata dan pemangku kebijakan. Misalnya, event-event yang digelar oleh pemerintah daerah harus lebih efektif disosialisasikan kepada industri pariwisata agar wisatawan mengetahuinya dan tertarik untuk kembali.
Selain itu, fasilitas dan sarana prasarana yang memadai juga sangat penting. Wisatawan yang ingin tinggal lebih lama perlu memiliki destinasi yang menarik dan akses yang nyaman. Program desa wisata juga perlu lebih dikoordinasikan dengan industri pariwisata agar bisa memberikan pengalaman yang bermakna bagi wisatawan.
Pariwisata dan Pengaruh terhadap Ekonomi
Pariwisata DIY telah berhasil menggerakkan perekonomian, terutama melalui UMKM. Karena DIY tidak memiliki industri besar, perekonomian daerah ini sangat bergantung pada UMKM. Banyak usaha kecil seperti kerajinan tangan dan kuliner yang terlibat dalam sektor pariwisata. Namun, fokus pada pariwisata dan budaya masih kurang, padahal ini merupakan modal utama DIY dibanding 38 provinsi lain di Indonesia.
Pendidikan DIY: Barometer Nasional
Pendidikan DIY masih menjadi barometer nasional dari sisi mutu dan kualitas. Sejarah panjang DIY membuatnya menjadi pusat pendidikan yang unggul. Meskipun demikian, sarana dan prasarana pendidikan perlu ditingkatkan agar tidak tertinggal dari daerah lain. Sekolah-sekolah modern dengan fasilitas lengkap semakin diminati oleh orang tua, sehingga DIY perlu bersaing dalam hal infrastruktur pendidikan.
Keistimewaan DIY dalam Pendidikan
Keistimewaan DIY harus terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda. Mata pelajaran bahasa Jawa sudah ada, namun perlu lebih ditekankan agar siswa merasa bangga terhadap ciri khas Yogyakarta. Dengan globalisasi dan perkembangan teknologi, anak-anak muda perlu diajarkan untuk mencintai dan menjaga keistimewaan DIY.
Sekolah Rakyat dan Program Pemerintah
Sekolah Rakyat lahir dari cita-cita untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua anak Indonesia, terutama yang tinggal di bawah garis kemiskinan. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang layak dan meningkatkan derajat masyarakat.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih juga berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat DIY. Dengan program-program ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.***






