Pemantauan dan Perbaikan Pasca-Banjir Bandang di Banyumas
Anggota Komasi 4 DPRD Banyumas, Henry Christianto, melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi Lokawisata Baturraden dan Curug Pinang pasca-banjir bandang yang melanda Gunung Slamet. Ia menyampaikan bahwa penutupan sementara tempat wisata air diperkirakan berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu.
Henry menekankan pentingnya langkah mitigasi risiko bencana yang harus dilakukan oleh Dinas Pariwisata, BPBD, serta pengelola objek wisata alam. Langkah ini dimaksudkan untuk meminimalkan kerusakan dan menjaga keselamatan pengunjung.
Kondisi Lokawisata Baturraden
Di Lokawisata Baturraden, aktivitas wisata masih berjalan namun sektor wisata air mengalami gangguan akibat kerusakan yang cukup parah. Menurut Henry, banyak wahana wisata air yang rusak akibat banjir. Selain itu, pasir yang menumpuk juga menjadi kendala dalam proses pembersihan.
Pihak pengelola, pedagang, dan pekerja wisata mulai melakukan pembersihan bersama. Namun, kerusakan pada sistem pengairan cukup serius karena pipa-pipa air dilaporkan rusak akibat hantaman banjir.
Kondisi Curug Pinang
Sementara itu, kondisi di Curug Pinang membutuhkan penutupan total. Beberapa titik area wisata tertimbun pasir dalam jumlah besar sehingga tidak bisa digunakan untuk wisata sama sekali. Saat ini, sedang dilakukan tata ulang dan pembuangan material yang terbawa arus.
Henry memperkirakan, proses pemulihan kawasan wisata membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu, tergantung tingkat kerusakan. Ia berharap, pemulihan dapat selesai dalam tiga atau empat hari, meskipun ada kemungkinan membutuhkan waktu hingga satu pekan.
Koordinasi Antara Pengelola Wisata dan Pemerintah Daerah
Henry menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola wisata, Dinas Pariwisata, dan BPBD untuk percepatan pemulihan dan mitigasi risiko bencana ke depan. Ia akan tetap berkomunikasi dengan BPBD untuk pemulihan dan dengan Dinas Pariwisata agar dapat segera pulih.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan meminta perhatian pemerintah provinsi terhadap kawasan hulu Gunung Slamet. Ia khawatir kejadian seperti ini terulang kembali.
Penutupan Objek Wisata Air
Manager Klaster Banyumas PT Palawi Risorsis, Farachin, mengatakan bahwa pihak pengelola terpaksa menghentikan operasional sejumlah objek wisata demi keselamatan pengunjung. Beberapa objek wisata yang terdampak antara lain Telaga Sunyi, Curug Tirta Sela, Curug Gomblang, dan Curug Cipendok.
Penutupan dilakukan sebagai langkah darurat karena kondisi aliran sungai masih belum terkendali akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di puncak Gunung Slamet. Fokus utama pengelola adalah keselamatan pengunjung karena kondisi air di lokasi masih sangat keruh dan membawa material sisa banjir.
Pihak pengelola kini memprioritaskan pembersihan lumpur dan kayu yang menutup akses wisata. Farachin memperkirakan, penutupan bisa berlangsung hingga satu bulan.
Damar Payung Adventure Terdampak
Tidak hanya objek wisata alam, destinasi wisata petualangan Damar Payung Adventure yang menawarkan aktivitas body rafting dan tubing di Sungai Pelus juga terdampak. Pengelola terpaksa menghentikan operasional karena kondisi sungai belum kondusif.
Material lumpur dan potongan kayu banyak banget, air masih keruh, jadi belum kondusif. Pengelola sedang melakukan pembersihan dahulu.
Hingga kini, proses pemulihan masih terus dilakukan oleh pengelola wisata, pemerintah daerah, dan relawan. Penutupan sejumlah destinasi wisata air di Banyumas diperkirakan berlangsung hingga kondisi aliran sungai kembali stabil dan aman bagi wisatawan.






