Alexander Skarsgård, aktor ternama asal Swedia, dikenal karena kemampuannya dalam memerankan berbagai karakter dengan penuh dedikasi. Dalam wawancara dengan W, ia berbicara tentang perannya dalam film rom-com BDSM Pillion, momen mode viralnya, dan pengalamannya tumbuh di bawah bayang-bayang ayahnya yang juga seorang aktor.
Film Pillion mengisahkan kisah cinta antara Colin, seorang pemuda pemalu, dan Ray, seorang tokoh penting dari komunitas motor yang menarik Colin ke dunia hubungan BDSM. Film ini, yang merupakan debut sutradara Harry Lighton, mendapatkan apresiasi internasional setelah memenangkan penghargaan terbaik untuk skripnya di Festival Film Cannes. Skarsgård memainkan peran Ray, tokoh yang penuh keyakinan dan ketertarikan pada gaya hidup tertentu. Namun, karakter ini tidak hanya muncul di layar lebar—ia juga memengaruhi penampilan Skarsgård di red carpet.
Penampilan yang Membuat Heboh
Dalam beberapa acara bergengsi, penampilan Skarsgård sering menjadi sorotan. Dari blus berdesain seksual hingga sepatu bot Saint Laurent yang mencuri perhatian, ia selalu membawa nuansa eksperimental ke dalam gaya busananya. Ia mengatakan bahwa inspirasi untuk penampilan tersebut datang dari komunitas biker gay yang terlibat dalam film Pillion. Saat hadir di Cannes, para anggota klub motor tersebut datang dengan pakaian resmi mereka, termasuk aksesori seperti ikat pinggang dan topeng anjing. Hal ini memberi ide pada Skarsgård untuk menghadiri acara dengan gaya yang lebih berani.
Kehidupan Awal dan Jalan Menuju Akting
Meskipun lahir dari keluarga yang kaya akan seniman—ayahnya Stellan Skarsgård adalah seorang aktor legendaris—Skarsgård awalnya tidak memiliki minat untuk mengikuti jejak keluarganya. Pada usia 7 tahun, ia sempat tampil dalam film pendek yang dibuat oleh teman ayahnya, namun hal itu membuatnya merasa tidak nyaman. Ia bahkan berhenti berakting selama delapan tahun.
Kembali ke dunia akting terjadi karena kebutuhan. Pada usia 20-an, ia menyadari bahwa ia menikmati proses syuting. Setelah mengikuti kursus teater di New York, ia akhirnya mendapat kesempatan bermain dalam film Zoolander sebagai stuntman. Pengalaman ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam kariernya.
Kenangan dan Impian
Selain karier, Skarsgård juga berbagi kenangan pribadi. Ia mengungkapkan bahwa pertama kali merasakan rasa kagum kepada seseorang adalah saat melihat Jessica Lange dalam film Tootsie. Meski belum pernah bertemu langsung, ia masih merasa kagum saat melihatnya di acara penghargaan.
Terkait pertemuan pertamanya dengan cinta, ia mengatakan bahwa ia pertama kali mencium seseorang saat berada di camp musim panas, meskipun usianya masih belia. Ia juga mengakui bahwa ia sangat menikmati pesta, mengingat lingkungan keluarganya yang penuh dengan orang-orang artistik dan dinamis.
Gaya Hidup yang Tidak Biasa
Meski tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan seniman, Skarsgård pernah merasa ingin hidup normal. Ia bercerita bahwa impian terbesarnya adalah melihat ayahnya bekerja di kantor dengan pakaian kaku dan tas kertas. Namun, ayahnya selalu membawa tas unik dan gaya hidup yang tidak biasa. Meski begitu, ia mengakui bahwa lingkungan keluarganya memberinya banyak pengalaman yang berharga.
Kesimpulan
Alexander Skarsgård bukan hanya seorang aktor yang tangguh, tetapi juga sosok yang penuh semangat dalam mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi diri. Dari peran yang kompleks hingga gaya pakaian yang menarik perhatian, ia terus membuktikan bahwa ia mampu menyatu dengan setiap tugas yang diberikan. Dengan latar belakang keluarga seni dan pengalaman hidup yang kaya, ia telah menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan di dunia perfilman.



