Akses Transportasi Laut yang Efisien di Sumatra Selatan

PARLEMENTARIA.ID – Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, merupakan salah satu pelabuhan terbesar di wilayah tersebut. Letaknya yang strategis membuat TAA menjadi penghubung utama antara Pulau Sumatra dan Pulau Bangka. Dengan akses langsung ke Selat Bangka, pelabuhan ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyeberang ke wilayah Bangka Belitung.

Pengoperasian TAA berawal dari kebutuhan akan transportasi laut yang lebih efisien. Sebelumnya, perjalanan ke Muntok, Bangka, memakan waktu hingga 10 jam. Kini, dengan adanya TAA, durasi perjalanan hanya sekitar 3–4 jam. Hal ini menjadikan pelabuhan ini sebagai sarana transportasi yang sangat penting, terutama selama musim libur atau saat mobilitas tinggi.

Jadwal Kapal Feri yang Teratur

Keberangkatan kapal feri dari Pelabuhan TAA menuju Muntok, Bangka Belitung, dijadwalkan setiap dua jam sekali. Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, sepuluh armada telah disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan. Berikut adalah jadwal lengkap keberangkatan:

  • Penyeberangan Pertama: 07.00 WIB – Dharma Santosa
  • Penyeberangan Kedua: 09.00 WIB – Belanak
  • Penyeberangan Ketiga: 11.00 WIB – Munic XI
  • Penyeberangan Keempat: 13.00 WIB – Gunsa 8
  • Penyeberangan Kelima: 15.00 WIB – Madani
  • Penyeberangan Keenam: 17.00 WIB – Dharma Kartika VIII
  • Penyeberangan Ketujuh: 19.00 WIB – Dharma Kartika I
  • Penyeberangan Kedelapan: 21.00 WIB – Munic VII
  • Penyeberangan Kesembilan: 00.00 WIB – Dharma Kosala

Pihak pelabuhan juga memberi peringatan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu akibat kondisi cuaca atau gelombang tinggi di perairan Selat Bangka.

Tarif Penyeberangan yang Beragam

Tarif penyeberangan kapal feri dari Pelabuhan TAA ke Muntok, Bangka, bervariasi tergantung pada kategori penumpang dan jenis kendaraan. Berikut rincian tarif terbaru:

  • Penumpang: Rp53.000
  • Golongan 1 (sepeda): Rp70.950
  • Golongan 2 (sepeda motor di bawah 500 cc): Rp129.700
  • Golongan 3 (sepeda motor di atas 500 cc): Rp218.150
  • Golongan 4 (mobil penumpang): Rp1.012.340
  • Golongan 4 (mobil barang): Rp880.626
  • Golongan 5 (mobil besar penumpang): Rp1.786.410
  • Golongan 5 (mobil besar barang): Rp1.632.354
  • Golongan 6 (bus penumpang): Rp2.929.420
  • Golongan 6 (kendaraan barang besar): Rp2.520.308
  • Golongan 7 (kendaraan panjang 10–12 meter): Rp2.985.373
  • Golongan 8 (kendaraan lebih dari 12 meter): Rp4.286.510
  • Golongan 9 (kendaraan lebih dari 16 meter): Rp5.664.400

Harga ini mencerminkan kebutuhan transportasi yang beragam, mulai dari penumpang individu hingga kendaraan besar seperti bus dan truk.

Peran Pelabuhan TAA dalam Mobilitas Masyarakat

Sejak mulai beroperasi penuh pada tahun 2007, Pelabuhan TAA menggantikan peran pelabuhan lama di kawasan Sungai Musi 35 Ilir, Palembang. Pelabuhan lama terkendala oleh sedimentasi dan pasang surut, sehingga tidak lagi efisien. Dengan lokasi yang lebih strategis dan waktu tempuh yang lebih singkat, TAA menjadi pilihan utama masyarakat Sumsel untuk menyeberang ke Bangka.

Selain itu, TAA juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial, terutama selama musim liburan. Wisatawan maupun warga setempat sering menggunakan layanan feri untuk melakukan perjalanan lintas pulau.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *