Akses Menuju Gunung Bromo Tertutup Total Akibat Longsoran Material

DAERAH14 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Akses utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo melalui wilayah Malang mengalami penutupan total akibat longsoran tebing yang terjadi di kawasan Jalan Raya Gubukklakah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 7 Januari 2026, setelah curah hujan tinggi memicu pergeseran tanah dan batuan besar yang menutupi jalur utama. Kondisi ini menyebabkan aktivitas transportasi dan kunjungan wisata ke Bromo terhenti sementara.

Longsoran material yang menutup jalan memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan menutupi jalur sepanjang sekitar 10 meter dengan ketebalan sekitar 1,5 meter. Hal ini membuat akses dari Malang ke Bromo tidak dapat dilalui sama sekali. Dampaknya, pengunjung dan wisatawan yang biasanya menggunakan jalur ini harus mencari alternatif rute atau menunda perjalanan.

Upaya Pembersihan Dilakukan Secara Manual

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama dengan TNI, Polri, serta masyarakat setempat sedang melakukan upaya pembersihan secara manual. Proses ini dilakukan karena kondisi medan yang sulit dan minimnya alat berat yang bisa digunakan. Meski begitu, pihak BPBD memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa longsoran terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. “Material longsor menutup semua akses jalan, sehingga akses ke Bromo lumpuh total hingga saat ini,” ujar Sadono melalui pesan singkat.

Dampak pada Aktivitas Wisata dan Transportasi

Dampak dari penutupan akses ini sangat signifikan terhadap industri pariwisata dan transportasi di kawasan tersebut. Salah satu pelaku jasa transportasi jip Bromo, Sampet Harianto, mengungkapkan bahwa perusahaan jip yang biasanya mengantarkan wisatawan ke Bromo kini harus memutar balik dan beralih ke pintu masuk Pasuruan.

“Semoga akses Malang segera pulih. Pagi ini warga daerah Ngadas dan Gubukklakah masih kerja bakti sama BPBD dan Perangkat Desa Ngadas,” ujar Sampet.

Selain itu, para pengunjung yang rencananya akan berkunjung ke Bromo harus menunggu hingga akses kembali dibuka. Beberapa pengguna media sosial juga membagikan informasi tentang perubahan rute dan kondisi jalan yang terganggu.

Peringatan untuk Pengunjung dan Wisatawan

Pihak BPBD dan instansi terkait memberi peringatan kepada wisatawan untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan longsor. Mereka juga mengimbau agar pengunjung tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi longsoran, mengingat risiko bahaya masih ada.

Selain itu, masyarakat setempat dan pengusaha lokal juga diminta untuk tetap bersabar dan mendukung proses pembersihan yang sedang berlangsung. Meskipun akses terhambat, kawasan Bromo tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati, terlebih setelah liburan Nataru 2026 lalu.

Situasi Terkini dan Harapan

Hingga saat ini, proses pembersihan masih berlangsung. Namun, belum ada perkiraan pasti kapan akses akan kembali normal. Pihak BPBD dan instansi terkait terus memantau kondisi cuaca dan medan untuk memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Harapan besar diarahkan kepada pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan jangka panjang, seperti penguatan tebing dan pembuatan saluran drainase, guna mengurangi risiko longsoran di masa depan.

Dengan situasi seperti ini, penting bagi masyarakat dan pengunjung untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh instansi terkait.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *