Prabowo: Saya dituduh mau jadi diktator

PEMERINTAHAN21 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Presiden Prabowo Subianto mengaku dituduh ingin menjadi diktator dan mengudeta pemerintah. Prabowo mengklaim ingin berjuang supaya kekayaan alam Indonesia dinikmati masyarakat.

“Saya bisa rasakan keadilan dan tidak adanya keadilan. Karena itu saya berjuang terus. Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, mau kudeta,” kata Prabowo di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026 dikutip YouTube Sekretariat Presiden.

Kepala Negara mulanya berkata wilayah Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, kekayaan alam itu kurang dinikmati sebagian masyarakat Indonesia.

“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” ucap dia.

Dia mengaku heran dengan dengan situasi ini. Apalagi mantan menteri pertahanan ini melihat wilayah Indonesia melihat kekayaan alam melimpah. Namun, pemerintah Indonesia masih tergantung dengan impor pangan dari negara lain.

“Kita bergantung pada negara lain untuk kebutuhan pangan. Kita mengimpor bahan makanan. Ini tidak masuk akal bagi saya, tidak masuk hati saya,” ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengakui dirinya bukan orang yang cerdas dan tidak memiliki gelar profesor. Namun, ia mampu memahami situasi serta ketidakadilan. Ia menegaskan akan terus berjuang demi mencapai keadilan tersebut. Prabowo menyatakan bahwa ia bersumpah sebagai prajurit TNI untuk menjunjung kepentingan rakyat. “TNI adalah tentara rakyat. TNI lahir dari rakyat,” ujarnya.

Prabowo merasa TNI berhutang budi dengan kebaikan rakyat. Dia berkata tentara ketika di masa kemerdekaan banyak dibantu oleh petani.

“Waktu Indonesia menyatakan kemerdekaan tidak ada anggaran. Belum ada kementerian keuangan, belum ada pajak, dan bea cukai. Siapa yang biayai pejuang-pejuang. Yang memberi makan tentara adalah para petani Indonesia. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa para petani,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *