
PARLEMENTARIA.ID – Di tengah perhatian publik terhadap isu kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami atlet pelatnas panjat tebing, Ketua Komite III DPD RI Dr. Filep Wamafma menyampaikan pernyataan tegas terkait dugaan kasus tersebut. Ia mengecam keras kejadian ini karena semakin banyak korban yang melaporkan pengalaman tidak menyenangkan mereka.
Filep mengungkapkan bahwa jumlah korban telah meningkat dari 8 menjadi 10 atlet, baik laki-laki maupun perempuan. Ia menilai situasi ini sangat memprihatinkan, terutama karena pelatnas seharusnya menjadi tempat di mana atlet dapat berkembang dengan aman dan fokus pada pencapaian prestasi olahraga.
“Masalah ini sangat serius. Di pelatnas, atlet putra dan putri kita harus bisa tumbuh secara bebas dan bermartabat. Tidak boleh ada bentuk kekerasan atau pelecehan yang mengganggu proses pengembangan mereka,” ujar Filep dalam pernyataannya.
Menurut informasi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), kasus ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terkait. Filep menegaskan bahwa Komite III DPD RI, yang bertanggung jawab atas bidang kepemudaan dan olahraga, akan terus mendukung upaya penuntasan kasus ini.
Mendorong Penguatan Regulasi Perlindungan Atlet
Senator asal Papua Barat ini menyerukan penguatan regulasi perlindungan atlet serta edukasi yang lebih luas agar lingkungan pelatnas menjadi lebih aman dan mendukung pengembangan atlet. Menurutnya, langkah-langkah ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Filep juga menyoroti UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang telah menjamin hak-hak atlet, termasuk keamanan, keselamatan, perlindungan dari kekerasan/pelecehan, serta kesejahteraan. Ia menekankan bahwa poin-poin ini harus diterjemahkan dalam peraturan internal lembaga dan federasi.
“Pengembangan atlet bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang menjaga martabat dan masa depan mereka. Semua atlet putra dan putri bangsa ini berhak merasa aman dan didukung dalam setiap langkah mereka,” tegas Filep.
Tindakan Tegas dan Proses Adil
Selain itu, Filep menegaskan bahwa pelaku kekerasan dan pelecehan harus diberi sanksi tegas. Ia menekankan pentingnya proses yang adil dan transparan dalam menangani kasus ini, agar tidak terjadi lagi di lingkungan yang sama maupun cabang olahraga lainnya.
Dia juga menyambut baik langkah penyelidikan dan investigasi yang dilakukan oleh Kemenpora. Filep menilai tindakan seperti ini penting untuk menjaga martabat pelatnas sekaligus menjadi evaluasi bagi dunia olahraga nasional.
Langkah Bersama untuk Masa Depan Olahraga yang Lebih Baik
Filep menegaskan bahwa komunitas olahraga harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang terbuka, adil, dan sportif. Ia berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan atlet dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dalam olahraga.
“Semangat sportivitas dan kebersamaan tim tidak boleh tercoreng oleh tindakan tidak pantas. Atlet adalah harapan bangsa yang harus dijaga kehormatannya,” kata Filep.
Dengan tindakan tegas dan pendekatan yang proaktif, Filep berharap dunia olahraga Indonesia dapat menjadi tempat yang lebih aman dan berkelanjutan bagi para atlet.***




