PARLEMENTARIA.ID – Gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena alam ini tidak hanya menarik perhatian para pengamat langit tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan keindahan alam secara langsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa momen ini dapat diamati oleh warga NTB dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung.
Waktu dan Fase Gerhana Bulan Total
Fase gerhana bulan total dimulai pukul 19.04 WITA dan mencapai puncaknya pada pukul 19.34 WITA. Fenomena ini akan berakhir pada pukul 20.22 WITA. Dalam fase ini, bulan akan sepenuhnya masuk ke bayangan bumi, menghasilkan efek warna merah yang menarik perhatian pengamat. Fenomena ini disebabkan oleh atmosfer bumi yang membiaskan cahaya matahari, mirip dengan fenomena langit kemerahan saat matahari terbenam.
Frekuensi dan Pengaruh Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total tidak terjadi setiap tahun. Fenomena ini biasanya terjadi setiap satu hingga tiga tahun sekali, tergantung pada posisi bulan terhadap bumi dan matahari. Sejak 2021, beberapa kali gerhana bulan total telah dapat diamati di wilayah Indonesia. Meskipun fenomena ini menarik, BMKG menjelaskan bahwa dampaknya terhadap kenaikan pasang surut air laut tidak signifikan. Tinggi muka air laut lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti angin kencang atau gelombang badai.
Keistimewaan Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total yang terjadi pada 3 Maret 2026 merupakan bagian dari seri Saros 133. Ini adalah anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri tersebut. Gerhana sebelumnya yang terkait dengan fenomena ini adalah gerhana bulan total pada 21 Februari 2008. Sementara itu, gerhana bulan total berikutnya yang terkait dengan fenomena ini akan terjadi 18 tahun kemudian, yaitu pada 13 Maret 2044.
Persiapan dan Prediksi Cuaca
BMKG memprakirakan bahwa malam ini akan berawan di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat. Meskipun begitu, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena ini. Untuk meningkatkan pengalaman melihat gerhana bulan total, masyarakat dianjurkan untuk mencari lokasi yang terbuka dan bebas dari gangguan cahaya.
Relevansi Fenomena untuk Masyarakat
Fenomena gerhana bulan total bukan hanya sekadar peristiwa alam, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang astronomi dan ilmu pengetahuan. Dengan adanya informasi dari BMKG, masyarakat dapat lebih memahami proses alam yang terjadi dan merencanakan pengamatan dengan lebih baik.
Gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 menjadi momen penting yang menarik perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dengan prediksi cuaca yang cukup mendukung dan penjelasan dari BMKG, masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam ini dengan aman dan nyaman. Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu kita memahami dunia sekitar kita dengan lebih baik.***






