PARLEMENTARIA.ID – PT BPR Jwalita Trenggalek menunjukkan keunggulan dalam memahami dinamika ekonomi lokal. Dengan fokus pada tiga kecamatan utama, yaitu Pogalan, Durenan, dan Watulimo, bank daerah ini berhasil menjaga kinerja keuangan yang stabil sekaligus meningkatkan layanan kepada masyarakat. Ketiga wilayah ini menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis BPR Jwalita, baik dari segi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.
Fokus pada Kecamatan dengan Potensi Ekonomi Tinggi
BPR Jwalita memiliki 13 kantor kas yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk di Kecamatan Suruh yang masih dilayani melalui kantor unit Karangan. Strategi ini bertujuan untuk mendekatkan layanan ke masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi basis nasabah utama. Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, menjelaskan bahwa keberadaan kantor kas di berbagai wilayah membantu mempercepat proses transaksi dan meningkatkan akses layanan ke masyarakat.
Kecamatan Pogalan dan Durenan Dominasi Penyaluran Kredit
Kinerja kantor kas BPR Jwalita menunjukkan perbedaan karakteristik ekonomi di setiap wilayah. Kecamatan Pogalan dan Durenan menjadi wilayah dengan penyaluran kredit terbesar. Hal ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tinggi di kedua kecamatan tersebut, terutama dari sektor UMKM dan perdagangan. Sementara itu, Watulimo unggul dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), karena aktivitas ekonomi pesisir yang berkembang pesat. Banyak pedagang ikan dan nelayan menyimpan dananya di sini, sehingga menghasilkan dana yang sangat besar.
Peran UMKM dalam Pertumbuhan Kredit BPR Jwalita
Dari total penyaluran kredit sekitar Rp122 miliar, sebanyak 70 persen dialokasikan ke sektor UMKM dan perdagangan. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM menjadi tulang punggung utama dalam pertumbuhan kredit BPR Jwalita. Pedagang pasar mendominasi portofolio kredit bank daerah ini. Namun, kontribusi dari pegawai negeri sipil (ASN) sebagai debitur masih rendah, hanya sekitar 5 persen dari total debitur.
Edukasi Keuangan untuk Mencegah Investasi Bodong
Menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap investasi bodong, BPR Jwalita aktif melakukan edukasi keuangan melalui program literasi. Setiap minggu, tim BPR Jwalita turun langsung ke pasar dan bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro untuk memberikan pemahaman tentang risiko investasi ilegal. Dwi Fraidianria menegaskan bahwa pemerintah juga memberikan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah sesuai ketentuan perbankan.
Fokus pada Pengembangan Daerah Sebelum Ekspansi Luar Daerah
Meski kinerja keuangan BPR Jwalita terus berkembang, manajemen bank daerah ini memilih untuk fokus pada pengembangan wilayah Kabupaten Trenggalek terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar bisa memperkuat dasar operasional sebelum mempertimbangkan ekspansi ke luar daerah. Dengan strategi berbasis wilayah, BPR Jwalita optimistis dapat meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Pentingnya Literasi Keuangan bagi Masyarakat
Program literasi keuangan yang dilakukan BPR Jwalita tidak hanya bertujuan untuk melindungi masyarakat dari investasi bodong, tetapi juga meningkatkan kesadaran finansial. Dengan pendekatan yang konsisten, BPR Jwalita berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan bahwa semua nasabah memahami cara mengelola keuangan secara aman dan efektif.***






