PARLEMENTARIA.ID – Kondisi stabil sektor keuangan di Jawa Timur menjadi salah satu faktor utama dalam menghadapi prospek perekonomian tahun 2026. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jatim, Yunita Linda Sari, menegaskan bahwa stabilitas ini tetap terjaga hingga November 2025. Hal ini mencerminkan kinerja yang solid dan berkontribusi signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kinerja Positif Di Berbagai Sektor Keuangan
Menurut Yunita Linda Sari, kinerja positif sektor keuangan Jatim terlihat dari sejumlah indikator penting. Dalam laporan yang disampaikan, sektor perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), serta pasar modal menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selain itu, penguatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi fokus utama dalam memastikan masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara lebih efektif.
Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada aspek bisnis, tetapi juga dalam hal perlindungan konsumen. OJK Jatim terus memperkuat kerangka regulasi dan program pelatihan agar masyarakat bisa lebih sadar akan risiko dan manfaat dari layanan keuangan.
Inflasi Terkendali Meski Ada Tekanan Musiman
Meskipun inflasi Jawa Timur pada November 2025 meningkat sedikit dibandingkan triwulan III 2025, angka tersebut masih berada dalam batas target nasional. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim menunjukkan bahwa inflasi sebesar 2,63 persen (year on year/yoy) pada November 2025, dengan peningkatan yang dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas hortikultura dan peternakan.
Yunita Linda Sari menjelaskan bahwa tekanan inflasi ini terjadi akibat curah hujan tinggi dan meningkatnya biaya input serta permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Natal dan Tahun Baru. Namun, stimulus pemerintah seperti subsidi PPN DTP untuk angkutan udara berhasil membantu menahan laju inflasi.
Pada Desember 2025, inflasi tahunan Jatim tercatat sebesar 2,93 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,25. Meski ada tekanan musiman, secara keseluruhan inflasi tetap terkendali.
Strategi Pengendalian Inflasi yang Efektif
Untuk menjaga stabilitas harga, OJK Jatim bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jatim terus melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan yang bertujuan untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil dan distribusi lancar.
Selain itu, penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan juga menjadi prioritas. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan inflasi dapat terkendali dan masyarakat tidak merasa terbebani oleh kenaikan harga barang pokok.
Kesiapan Jawa Timur Menghadapi Tahun 2026
Dengan stabilitas sektor keuangan yang terjaga, Jawa Timur siap menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026. Kepala OJK Provinsi Jatim menilai bahwa kondisi ini menjadi fondasi kuat dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, OJK Jatim juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan keuangan dan memastikan semua masyarakat dapat memanfaatkannya secara merata. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tidak hanya cepat, tetapi juga berimbang dan berkelanjutan.***






