PARLEMENTARIA.ID – Banyak tukang becak di Kabupaten Tulungagung kini mengikuti pelatihan khusus dalam mengemudikan kendaraan bermotor listrik. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para pengemudi becak. Pelatihan ini menjadi langkah awal sebelum mereka menerima bantuan kendaraan listrik yang disediakan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Proses Pelatihan dan Kesiapan Pengemudi
Pelatihan yang digelar melibatkan ratusan tukang becak yang akan menerima bantuan becak listrik. Mereka diberikan penjelasan mengenai cara mengoperasikan kendaraan tersebut, termasuk penggunaan sistem tenaga listrik dan perawatan dasar. Tujuan utamanya adalah agar pengemudi tidak kesulitan saat mulai menggunakan kendaraan baru ini. Sebagian besar pengemudi biasa mengayuh pedal becak, sehingga adaptasi terhadap teknologi listrik membutuhkan waktu.
Persyaratan Penerima Bantuan Becak Listrik
Tidak semua tukang becak berhak menerima bantuan becak listrik. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah usia minimal 60 tahun serta masuk dalam kategori desil 1 sampai 5. Dari total sekitar 1.000 tukang becak di daerah ini, hanya 200 orang yang mendapatkan bantuan. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjelaskan bahwa sisanya akan dicari solusi lain untuk mendapatkan bantuan tambahan.
Sumber Dana dan Ketentuan Penggunaan
Bantuan becak listrik berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto. Harga satu unit becak listrik mencapai Rp 22 juta, sehingga total dana yang dialokasikan untuk Tulungagung mencapai Rp 4,4 miliar. Namun, ada aturan ketat mengenai penggunaan kendaraan ini. Bantuan tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahkan ke pihak lain. Jika penerima meninggal, kendaraan bisa diwariskan kepada keluarganya.
Tanggapan Para Tukang Becak
Salah satu peserta pelatihan, Sukadi, mengaku senang dengan bantuan ini. Namun, ia mengakui butuh waktu untuk beradaptasi. “Sempat grogi juga karena biasanya mengayuh pedal ini tinggal putar gas,” ujarnya. Meski demikian, ia berharap dapat segera terbiasa dengan teknologi baru ini.
Penjelasan dari Koordinator Becak Listrik Indonesia
Koordinator Becak Listrik Indonesia, Dimas Ramdana Prasetya, menegaskan bahwa bantuan ini ditujukan bagi masyarakat miskin. Penerima tidak akan terbebani biaya listrik karena daya yang dibutuhkan rendah. “Jika daya listrik rumah 450 Watt, itu bisa digunakan untuk mengisi baterai. Durasi mengisi baterai sekitar 3 sampai 4 jam,” jelasnya.
Garansi dan Perawatan Kendaraan
Untuk memastikan kenyamanan pengguna, pihak penyedia menyediakan garansi selama enam bulan. Jika kendaraan rusak, penerima bisa mengajukan penggantian melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Selain itu, akan ada koordinator lapangan yang siap membantu jika terjadi masalah kelistrikan.
Potensi Manfaat Jangka Panjang
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para tukang becak. Becak listrik lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan versi konvensional. Selain itu, penggunaannya juga lebih hemat energi dan mudah dioperasikan. Dengan pelatihan yang diberikan, para pengemudi akan lebih siap menghadapi perubahan ini.
Langkah Berikutnya
Pemerintah setempat berkomitmen untuk terus memperhatikan kondisi para penerima bantuan. Selain itu, rencana pengembangan infrastruktur dan layanan pendukung juga sedang dipertimbangkan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, harapan besar diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kota ini.***










